BeritaNewsPendidikan

Bupati Bangkep Serahkan Mini Proposal 2026, Perkuat Diversifikasi dan Ketahanan Pangan

114
×

Bupati Bangkep Serahkan Mini Proposal 2026, Perkuat Diversifikasi dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Banggai Kece — Dalam rangka memperkuat swasembada pangan serta menjalankan rencana strategis peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat, Rusli Moidady menghadiri kegiatan audiensi sekaligus menyerahkan mini proposal program tahun 2026 di Jakarta.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memaparkan rencana strategis peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat serta program penanganan kerawanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan daerah, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan dan didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum serta sejumlah pejabat perangkat daerah.

Dalam audiensi tersebut, Bupati menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dibangun di atas fondasi data yang akurat, terukur, dan terintegrasi. Salah satu fokus utama yang diusulkan adalah penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan hingga tingkat kecamatan.

BACA JUGA:  Alumni 2021, Kelas XI dan Alumni 2024 Raih Kemenangan di Babak Penyisihan Ramadhan Cup II SMAN 2 Luwuk

“Pemetaan ini penting untuk mengidentifikasi wilayah yang rentan sekaligus menentukan prioritas intervensi kebijakan secara tepat sasaran. Pemetaan menjadi instrumen dasar dalam perencanaan. Tanpa data yang kuat, kebijakan rawan tidak efektif. Karena itu, kami mendorong penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan sebagai pijakan awal,” ujar Rusli Moidady.

Program yang diajukan tidak hanya berhenti pada aspek pemetaan. Pemerintah daerah juga merancang langkah konkret penanganan wilayah rawan pangan melalui penguatan distribusi, intervensi bantuan pangan, serta sinkronisasi kegiatan lintas sektor. Pendekatan kolaboratif antar organisasi perangkat daerah diharapkan mampu menciptakan sistem ketahanan pangan yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

BACA JUGA:  Diduga Tiga Tahun Beroperasi, SPBU Kompak PT Rajawali Energi Utama di Kaukes Layani Pengisian BBM Gunakan Liter

Ia memaparkan bahwa mini proposal tersebut merupakan bagian dari agenda nasional dalam mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam, sehat, dan bergizi.

Banggai Kepulauan sebagai wilayah kepulauan dengan potensi hasil laut dan komoditas pertanian tropis dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.

Beberapa program strategis yang diajukan antara lain penyusunan target konsumsi per kapita sebagai acuan pengendalian dan peningkatan kualitas konsumsi masyarakat, pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman pangan berbasis potensi lokal, serta penyediaan pangan pokok yang terukur melalui penyusunan neraca bahan makanan daerah. Neraca ini akan menjadi alat kontrol untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan, kebutuhan, dan distribusi pangan di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Pertamina Drilling Raih Penghargaan Subholding Upstream

Rusli Moidady menekankan bahwa swasembada pangan tidak hanya berarti ketersediaan bahan pokok, tetapi juga kemandirian dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Diversifikasi konsumsi, menurutnya, menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas tertentu sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Langkah Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan ini dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan gangguan rantai pasok. Ram