BANGGAI KECE – Pondok Pesantren Daarul Hikmah Luwuk resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) untuk tahun akademik 2026/2027. Pada tahun ini, ponpes yang berlokasi di Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara tersebut menargetkan sebanyak 250 santri baru.
Kuota 250 santri ini diperuntukkan bagi dua jenjang pendidikan, yakni Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Target tersebut disesuaikan dengan kapasitas dan ketersediaan sarana yang ada di lingkungan pondok.
“Karena keterbatasan tempat, kami buka kuota 250,” ujar Pimpinan MA Daarul Hikmah Luwuk, Febriancu Nasulili, Sabtu (14/2/2026).
Febriancu Nasulili, S.Pd., M.Pd., yang juga dikenal sebagai peraih penghargaan Kepala Sekolah Berdedikasi Tingkat Nasional, memimpin langsung kegiatan sosialisasi penerimaan santri baru.

Ia turun langsung bersama tim untuk menyampaikan informasi terkait penerimaan santri baru ke sejumlah sekolah.
“Alhamdulillah, sudah enam kecamatan yang kami sasar untuk sosialisasi,” ungkapnya.
Adapun enam wilayah yang telah dikunjungi dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kecamatan Luwuk, Luwuk Utara, Luwuk Selatan, Toili dan terakhir di Luwuk Timur serta Masama.
Kegiatan dilakukan secara langsung dengan mendatangi sekolah-sekolah guna memberikan penjelasan detail terkait sistem pendidikan, kurikulum, fasilitas, serta program pembinaan di pondok pesantren.
Ustadz Ancu, sapaan akrabnya, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru 2026/2027, menjelaskan bahwa metode sosialisasi langsung dinilai lebih efektif.
Pasalnya, para siswa dapat berinteraksi melalui sesi tanya jawab sehingga informasi tentang pondok dapat dipahami secara menyeluruh.
“Untuk target tahun ini sekitar 250 pendaftar. Alhamdulillah, setiap tempat yang kita tuju anak-anak selalu bersemangat. Harapannya, dengan sosialisasi offline atau turun langsung ini, informasi tentang pondok lebih dipahami karena ada sesi tanya jawab secara langsung,” jelasnya.
Selain melalui kunjungan langsung, panitia juga menggencarkan promosi melalui media sosial agar jangkauan informasi semakin luas dan menjangkau calon santri dari berbagai wilayah. (*)





