BeritaKesehatanNews

Kadis P2KBP3A Banggai Beberkan Tupoksi PPKBD dan Sub PPKBD Serta Tantangannya!

1871
×

Kadis P2KBP3A Banggai Beberkan Tupoksi PPKBD dan Sub PPKBD Serta Tantangannya!

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE– Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai, Faisal Karim S.Sos.,M.Si., menghadiri kegiatan Lokakarya Mini Bangga Kencana di Kecamatan Balantak Selatan, Rabu 22 Oktober 2025.

Membuka dan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Kadis Faisal Karim membawakan materi tentang program dan kegiatan serta tugas dan tanggungjawab PPKBD (Pembantu Pembina KB Desa/Kelurahan) dan Sub PPKBD.

Selain Kepala Dinas P2KBP3A Banggai, panitia juga menghadirkan Kepala Puskesmas Balantak Selatan, sebagai narasumber dalam kegiatan Lokakarya Mini Bangga Kencana.

Di awal paparannya, Kadis Faisal menjelaksan lini lapangan BKKBN merupakan struktur pelaksana teknis program Bangga Kencana di tingkat desa/kelurahan yang terdiri atas pegawai pemerintah dan kader masyarakat yang bekerja bersama dalam penyuluhan dan pendampingan keluarga, pendataan dan penggerakan partisipasi masyarakat, dan Pelayanan KB dan ketahanan keluarga.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

“Tujuan utamanya Adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengendalian penduduk dan pembinaan ketahanan keluarga,” ujar Faisal Karim.

Ia pun membeberkan perangkat-perangka kerja lini lapangan yang dimaksud, antara lain Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) / Petugas Lapangan KB (PLKB, PPKBD (Pembantu Pembina KB Desa/Kelurahan), Sub PPKBD, Kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan), dan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) dan PIK Remaja.

Peran utama perangkat lini lapangan ini kata Kadis, sebagai pelaksana teknis kegiatan Bangga Kencana di lapangan. Kemudian, sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan BKKBN dan sebagai pembina keluarga menuju keluarga sejahtera dan berkualitas.

Adapun fungsi pokok perangkat lini lapangan ada enam, pertama Penyuluhan dan Edukasi. Menyampaikan pesan-pesan Bangga Kencana melalui pendekatan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi).

BACA JUGA:  Dua Siswi Kakak Beradik Asal SMAN 2 Luwuk Raih Juara 1 dan 2 di FEB Fun Run 2026

Kedua, Pendampingan dan Pembinaan Keluarga.Mendorong keluarga berperilaku hidup sehat, produktif, dan terencana.

Ketiga, Pendataan dan Pelaporan. Mengelola data keluarga melalui New SIGA dan PK21 sebagai dasar kebijakan.

Keempat, Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi. Bekerja sama dengan bidan, tenaga kesehatan, dan faskes.

Kelima, Penggerakan Partisipasi Masyarakat. Melalui kader, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Kemudian, keenam Koordinasi Lintas Sektor. Bekerjasama dengan Pemdes, PKK, Dinas Kesehatan, Pendidikan, dan lainnya.

Ada beberapa inovasi, dan pengembangan lini lapangan.  Pertama, Digitalisasi Data: penggunaan aplikasi New SIGA, E-Monev, dan DIVA. Kampung KB dan Kampung Pancasila: sinergi pembangunan keluarga berbasis wilayah. Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku): pusat data dan informasi di desa.

BACA JUGA:  Polisi Penolong Satpolairud Polres Bangkep Evakuasi Pasien Anak di Pelabuhan Salakan

Sekolah Lansia dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH): pemberdayaan keluarga melalui pendidikan nonformal. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R): ruang aman bagi remaja untuk berkonsultasi.

“Tantangan yang dihadapi perangkat lini lapanga, yaitu wilayah kerja yang luas dan sulit dijangkau. Perubahan perilaku masyarakat di era digital. Rendahnya partisipasi kader muda. Kemudian, keterbatasan sarana dan prasarana operasional,” katanya.

Kadis Faisal menekankan, jika berfungsi optimal, lini lapangan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB. Menurunkan angka kelahiran dan stunting. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Memperkuat basis data keluarga Indonesia. Mewujudkan “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045.”

“Dengan semangat Bangga Kencana, mereka menjadi penggerak masyarakat untuk membangun keluarga yang tangguh, sejahtera, dan berdaya saing,” tandasnya. (*)