Scroll untuk baca artikel
BeritaNews

Ironi Serapan APBD Rendah, Wabup Furqanuddin Minta Keseriusan Perangkat Daerah

728
×

Ironi Serapan APBD Rendah, Wabup Furqanuddin Minta Keseriusan Perangkat Daerah

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, melayangkan evaluasi keras terhadap rendahnya realisasi penyerapan APBD hingga triwulan ketiga tahun 2025. Alih-alih mendekati target 70 persen, serapan anggaran justru baru menyentuh 42,56 persen.

Dalam rapat evaluasi di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Kamis (18/9/2025), Furqanuddin meminta seluruh kepala perangkat daerah serius mengawal program kerja agar tidak berakhir dengan capaian jeblok di akhir tahun.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Banggai, Mulsandi, melaporkan bahwa dari total pagu belanja daerah Rp3,23 triliun, realisasi baru Rp1,37 triliun. “Terjadi deviasi minus 27 persen dari target bulan Agustus, yang seharusnya sudah 70 persen,” jelasnya.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Adapun rinciannya, belanja operasi baru 44,13 persen (Rp984,64 miliar), belanja modal lebih ironis lagi yakni hanya 14,07 persen (Rp82,24 miliar), sementara belanja transfer relatif lebih baik di angka 75,29 persen (Rp308,69 miliar).

BACA JUGA:  Akhir Ramadhan, Alumni Smandul 96 Berbagi ke Panti Asuhan Maimunah Abas Nursin

Wabup juga menyoroti lemahnya serapan anggaran di tingkat kecamatan yang semuanya masih di bawah 50 persen alias masuk zona merah. “Ini sangat memprihatinkan, dan menjadi tantangan bagi kita,” ujarnya.

Ironi di atas semakin nyata saat Wabup turun langsung meninjau proyek-proyek fisik, yang ternyata memang banyak menunjukkan progres penyelesaian yang rendah.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

“Kami minta keseriusan semua perangkat daerah untuk mengawal ini sehingga pada akhir tahun anggaran semua program kegiatan dapat terserap secara optimal,” tegas Furqanuddin.

Kini, perangkat daerah hanya punya sisa waktu satu triwulan untuk mengejar ketertinggalan serapan APBD 2025. (*)