BeritaDaerahNews

KPA Banggai Gelar Sosialisasi HIV/AIDS di Kelurahan Tombang Permai, Tekankan Pentingnya Deteksi dan Pencegahan Dini

650
×

KPA Banggai Gelar Sosialisasi HIV/AIDS di Kelurahan Tombang Permai, Tekankan Pentingnya Deteksi dan Pencegahan Dini

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai kembali menggelar kegiatan sosialisasi HIV/AIDS, kali ini di Kelurahan Tombang Permai, pada Rabu, 11 Juni 2025. 

Kegiatan ini merupakan kelurahan keenam yang menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah beserta staf kelurahan, PKK, kader kesehatan, ketua lingkungan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat umum, termasuk pemilik usaha spa yang berada di wilayah Tombang Permai.

BACA JUGA:  Dua Siswi Kakak Beradik Asal SMAN 2 Luwuk Raih Juara 1 dan 2 di FEB Fun Run 2026

Sekretaris KPA Banggai, Hj. Rampia Laamiri, S.Sos., M.MKes., menyampaikan materi penyuluhan dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam pencegahan HIV/AIDS. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilainya sangat tinggi.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

“Alhamdulillah peserta sosialisasi sangat merespon baik dan antusias mengikuti kegiatan. Kami berharap apa yang disampaikan bisa menjadi motivasi untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari penularan HIV/AIDS,” ujar Rampia.

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banggai terus mengalami peningkatan. Sejak Januari hingga Mei 2025, tercatat lima orang meninggal akibat AIDS.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Presiden Bahas Sinergi Pusat dan Daerah untuk Nawacita 2026

Rampia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan, khususnya perlindungan terhadap anak dari potensi pelecehan seksual dan penyimpangan perilaku seksual yang meningkatkan risiko penularan HIV.

“Kasus penularan HIV/AIDS masih didominasi oleh hubungan seksual, baik heteroseksual maupun homoseksual, yang menyumbang sekitar 43% dari total kasus,” tandasnya. (*)