BeritaDaerahNewsPendidikan

Kompak! BEM Faperta Untika dan Unismuh Luwuk Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Luwuk Timur

342
×

Kompak! BEM Faperta Untika dan Unismuh Luwuk Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Luwuk Timur

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Fakultas Pertanian Universitas Tompotika (Untika) Luwuk dan BEM Faperta Unismuh Luwuk kompak berkolaborasi menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik, di Desa Bantayan, Kecamatan Luwuk Timur, Senin 4 Maret 2024.

Pendampingan pemanfaatan pupuk organik ini, digagas oleh dua organisasi BEM tersebut untuk mengakselerasikan Tridarma perguruan tinggi di mana salah satunya yakni pengabdian kepada masyarakat.  

Ketua BEM Fakultas Pertanian Untika Luwuk, Aditya mengatakan, subsidi pupuk di Kabupaten Banggai ini sangat terbatas hal Inilah yang menjadi keprihatinan bersama khususnya di Desa Bantayan, Kecamatan Luwuk Timur.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Sehingga kata dia, mahasiswa  berinisiatif untuk membuat alternatif dengan pemanfaatan pupuk organik yang banyak didapatkan di desa untuk dikelola menjadi pupuk organik.

“Ini bisa sebagai alternatif  sehingga bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Bantayan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Polisi Penolong Satpolairud Polres Bangkep Evakuasi Pasien Anak di Pelabuhan Salakan

Selain melakukan pendampingan Pemanfaatan Pupuk Organik kepada para petani, kedua Lembaga BEM tersebut juga menyempatkan mananam mangrove.

Penanaman Mangrove ini meraka lakukan agar tetap menjaga pelestarian lingkungan masyarakat Pesisir di Desa Bantayan agar mengantisipasi  kerusakan magrove.

“Harapan kami sebagai mahasiswa dan kedua lembaga ini bisa mendampingi petani dan mencari solusi di sektor pertanian yang ada di Banggai,” katanya

BACA JUGA:  Polres Bangkep Gelar Apel Pasukan, Resmi Mulai Operasi Keselamatan Tinombala 2026

Setelah diamati pasokan pupuk subsidi di Banggai kata dia, sangat minim dan terbatas. Tentunya ini sangat memprihatinkan sebagai daerah yang mayoritasnya adalah petani.

“Sehingga solusi kami yaitu dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar untuk dijadikan pupuk organik dan bisa dikelola oleh petani sekitar,” harapnya. (*)

Penulis: Maruf