BeritaDaerahNews

Kecelakaan Kerja Maut di PT ITSS, Perusahaan Dinilai Lalai

3515
×

Kecelakaan Kerja Maut di PT ITSS, Perusahaan Dinilai Lalai

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di PT ITSS. Seorang pekerja di Departemen Produksi Baja, Eko Julisnain, meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi kerja pada 5 Februari 2025. 

Insiden ini semakin menyoroti lemahnya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA, saat korban bekerja tanpa pengawasan. 

Peristiwa bermula ketika korban hendak membuka gulungan strip baja, namun posisi gulungan tidak tepat, sehingga mengakibatkan korban terhimpit dan tertimpa hingga meninggal dunia di lokasi.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Presiden Bahas Sinergi Pusat dan Daerah untuk Nawacita 2026

Kejadian ini menambah panjang daftar insiden fatal di PT ITSS. Ketua PUK SPIM PT ITSS, Fadil, menilai bahwa perusahaan tidak memiliki pengawasan K3 yang memadai, sehingga berulang kali menelan korban jiwa.

“Lagi-lagi PT ITSS abai terhadap pengawasan K3 di lingkungan kerja. Kami dari SPIM PUK PT ITSS menuntut agar manajemen PT ITSS diadili dan dipenjarakan atas insiden yang merenggut nyawa di Departemen Produksi Baja ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Polres Bangkep Gelar Apel Pasukan, Resmi Mulai Operasi Keselamatan Tinombala 2026

Sementara itu, Ketua Harian SPIM-KPBI, Komang Jordi Segara, menyoroti buruknya penerapan sistem K3 di PT ITSS.

“Sistem K3 di PT ITSS sangat tidak manusiawi. Perusahaan ini terus memakan nyawa buruh, bahkan di bulan K3 Nasional yang seharusnya menjadi momentum peningkatan keselamatan kerja,” ujarnya.

Selain masalah K3, manajemen PT ITSS juga diduga melakukan praktik union busting atau pemberangusan serikat pekerja. 

BACA JUGA:  Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Tinangkung Resmi Dibuka, Asisten II Ajak Pemangku Kepentingan Aktif Berpartisipasi

Ketua PUK SPIM PT ITSS, Anwar, yang menjabat sebagai bendahara serikat, diduga mengalami PHK sepihak sebagai bentuk tekanan terhadap aktivitas serikat buruh.

Serikat pekerja menuntut pertanggungjawaban penuh dari manajemen PT ITSS, baik dalam hal keselamatan kerja maupun perlindungan hak-hak pekerja.

Apakah tragedi ini akan terus berulang tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang? (*)

Reporter: Angki