Banggai Kece – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banggai melaksanakan pembinaan remaja usia sekolah di SMA Negeri 1 Toili pada Jumat (27/02/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua IPARI Kabupaten Banggai, Zuhra, S.Ag, didampingi dua penyuluh agama Kecamatan Toili, yakni Ustaz Suradin, S.Pd dan Ustaz Asran, S.Pd.I.
Pembinaan ini diikuti seluruh siswa dan siswi SMAN 1 Toili yang beragama Islam, dengan pendampingan dewan guru. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan salat duha berjamaah.

Dalam penyampaian materinya, Ketua IPARI Kabupaten Banggai, Zuhra, S.Ag, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membimbing dan mengarahkan remaja agar dapat berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk membimbing dan mengarahkan remaja agar dapat berkembang secara optimal baik secara fisik, mental, sosial maupun spiritual serta memiliki ketahanan diri yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pembinaan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan mereka menjadi individu yang berkualitas, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara,” jelasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah poin penting untuk mencapai tujuan tersebut, di antaranya meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri, mencegah perilaku negatif, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, mendorong pengambilan keputusan yang bijaksana, serta mempersiapkan remaja menjadi pemimpin masa depan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Ustaz Suradin, S.Pd. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan pentingnya menerapkan rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam rukun Islam itu ada yang harus dikerjakan tanpa kecuali bagi orang yang sudah balig dan tidak gila yaitu syahadat dan salat. Orang yang puasa tapi tidak salat seperti orang yang mengambil air dengan keranjang bolong. Itu perbuatan yang sia-sia.
Dan ada yang boleh untuk tidak mengerjakannya karena ada halangan tertentu, misalnya zakat, puasa dan haji. Zakat itu boleh tidak dikerjakan bagi orang yang dalam keadaan fakir miskin. Begitu juga puasa, untuk orang yang sakit, orang melahirkan itu boleh tidak puasa. Tapi nanti harus diganti puasanya atau membayar fidyah,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ustaz Asran, S.Pd.I. Ia menekankan pentingnya salat bagi umat Islam.
“Ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa pembeda antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah salatnya. Artinya kalau kita tidak salat berarti sama dengan mereka,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan selawat serta sajadah keliling sebagai sarana pembelajaran berinfak bagi siswa-siswi. (*)
Reporter: Pamuji Wibowo





