BeritaNewsPendidikan

Mahasiswa KKN-MB Unismuh Luwuk Gelar Pelatihan Atap Daun Sagu di  Hohudongan

240
×

Mahasiswa KKN-MB Unismuh Luwuk Gelar Pelatihan Atap Daun Sagu di  Hohudongan

Sebarkan artikel ini

BanggaiKece.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) Posko Desa Hohudongan menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal melalui pelatihan pembuatan atap dari daun sagu, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengedepankan pemberdayaan serta pelestarian kearifan tradisional.

Pelatihan yang dilaksanakan di Desa Hohudongan tersebut diikuti oleh warga desa, khususnya kalangan pemuda dan bapak-bapak yang ingin mempelajari teknik pembuatan atap tradisional berbahan dasar daun sagu.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, dengan peserta yang aktif memperhatikan setiap tahapan proses, mulai dari pemilihan daun sagu yang berkualitas, teknik pengeringan, hingga cara merangkai dan memasang atap agar memiliki daya tahan optimal.

BACA JUGA:  Yamaha Prima Motor Support Futsal Ramadhan Cup II Smanda Luwuk

Koordinator Desa (Kordes) KKN UMLB, Jerry Moses Libun, menjelaskan bahwa daun sagu merupakan salah satu sumber daya alam yang melimpah di Desa Hohudongan.

Selama ini, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai produk bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berupaya menghidupkan kembali keterampilan tradisional yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat.

Menurut Jerry, atap dari daun sagu tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca jika dibuat dengan teknik yang benar. Selain itu, biaya produksinya relatif lebih terjangkau dibandingkan bahan atap modern, sehingga dapat menjadi alternatif solusi bagi masyarakat dalam pembangunan rumah atau bangunan sederhana.

BACA JUGA:  Polres Banggai Kepulauan Gelar Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan 1477 H

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar kembali memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Daun sagu bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya mengikuti arahan praktik, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai penggunaan atap daun sagu pada masa lalu. Diskusi yang terbangun menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga pelatihan berjalan interaktif, komunikatif, dan sarat nilai kebersamaan.

Selain aspek teknis, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian pohon sagu sebagai sumber bahan baku. Pemanfaatan yang bijak dan terencana diharapkan mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Dua Dosen TRPPL Politeknik Banggai Industri Tersertifikasi BNSP, Tingkatkan Profesionalisme dan Kepercayaan Publik

Jerry menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelaksanaan program kerja KKN, melainkan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung kemandirian desa berbasis sumber daya lokal. Ia berharap keterampilan yang telah diperoleh masyarakat dapat terus dikembangkan, bahkan berpotensi menjadi usaha rumahan yang bernilai ekonomis.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian desa berbasis sumber daya lokal serta membuka peluang usaha yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Hohudongan,” tutupnya. (*)

Penulis: Jonrik