Banggaikece.id – SPBU Kompak milik PT Rajawali Energi Utama yang berlokasi di Desa Kaukes, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, diduga telah melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan liter selama lebih dari tiga tahun sejak mulai beroperasi.
Pelayanan pengisian BBM tanpa menggunakan nozzle (nosel) sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) SPBU pada umumnya dibenarkan oleh manajer pelaksana SPBU Kompak Kaukes, Onal, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (23/2/2026).
“Kegiatan pengisian BBM dengan menggunakan liter ini sudah berjalan lebih dari tiga tahun sampai dengan saat ini,” ujar Onal.
Ia menjelaskan, nozzle sebenarnya tersedia sejak awal SPBU beroperasi, namun dalam kondisi rusak.
“Noselnya ada sejak SPBU Kompak beroperasi, tapi sudah rusak. Hal ini sudah saya laporkan kepada pimpinan PT Rajawali Energi Utama yang berkedudukan di Luwuk, Kabupaten Banggai. Namun saran yang kami terima seperti ini dan tidak ada solusinya. Karena kami hanya seorang bawahan, ya kami terima saja,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, selain tidak menggunakan nozzle, harga BBM yang dijual juga diduga tidak sesuai dengan harga resmi SPBU.
“Selain tidak pernah menggunakan nozzle sejak mulai beroperasi, harga juga diduga dipermainkan. Misalnya harga Pertalite yang seharusnya Rp10.000 diduga dijual Rp11.000, dan Solar yang harganya Rp7.000 diduga dijual dengan harga Rp9.000,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa pelayanan pengisian BBM di SPBU Kompak Kaukes biasanya hanya berlangsung satu hingga dua hari sebelum stok dinyatakan habis.
“Pelayanan biasanya hanya berjalan satu atau dua hari. BBM sebanyak 24 ton sudah habis dan tidak diketahui ke mana,” ujarnya.
Terkait dugaan tersebut, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pimpinan PT Rajawali Energi Utama selama dua hari terakhir. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan. Asw





