Cerita DPD I KNPI Papua Tengah
Nabire, Papua Tengah – DPD I KNPI Papua Tengah di bawah kepemimpinan Yustinus Tebai, SE, menangkap potret istimewa atas kehadiran jurnalis senior, Andy Flores Noya, yang akrab disapa Andy F Noya, di Papua Tengah. Kehadirannya menjadi magnet bagi para pegawai dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Begitu namanya disebut oleh pembawa acara, tepuk tangan riuh ratusan pegawai dan pejabat yang memenuhi Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah di Jalan Sisingamangaraja, Kota Nabire, Jumat (20/2/2026), langsung bergemuruh.
Cerita Masa Perjuangan Gubernur Papua Tengah
Hal serupa juga tergambar dari perjalanan hidup Gubernur Papua Tengah, Meki F Nawipa. Mantan Bupati Paniai itu masuk Jayapura dengan tekad sejak kecil untuk menempuh pendidikan di ibu kota provinsi—saat itu masih Provinsi Irian Jaya—serta pusat pemerintahan di Jakarta.
Meki mengenal Jayapura dan Jakarta dari satu-satunya televisi hitam putih di Komopa, Paniai, milik kantor kecamatan. Pada jam-jam tertentu, ia bersama rekan-rekannya di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat mengenal dunia luar melalui berita dan film yang ditayangkan televisi tersebut.
Banyak kisah Meki di Jayapura yang penuh keterbatasan, karena hidup jauh dari orang tuanya yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) di pedalaman. Ia tinggal bersama kakak dan saudaranya di kawasan APO, Jayapura Utara.

Untuk menambah uang saku, salah satu pekerjaan yang dilakukan sepulang sekolah adalah memikul pasir bagi yang membutuhkan.
“Itu kami pikul pasir dengan Yan (Yan Nawipa, kakak angkatnya). Bayangkan saja tanjakan di APO,” kata Meki saat ditemui akhir tahun 2025 lalu.
Sepenggal kisah Andy dan Meki bukan sekadar nostalgia, melainkan pesan penting bagi generasi sekarang dan mendatang.
Berangkat dari berbagai keterbatasan itu, Andy kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai wartawan dan presenter, tetapi juga terlibat aktif membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Meski memilih menetap di Banyumas, Jawa Tengah, hal itu tidak menyurutkan langkahnya dalam menjalankan program-program beasiswa, layanan kesehatan, membantu kaum disabilitas melalui penyediaan kaki palsu, hingga mendorong berbagai agenda lingkungan, tandas Andy.
Inspirasi: Kaderenisasi Pemuda Papua Tengah
Ketua DPD I KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan persatuan pemuda Papua Tengah.
“Saya dari Dogiyai, tetapi saya ingin semua pemuda Papua Tengah bersatu. Kita harus mendukung pembangunan sejalan dengan visi-misi Gubernur Papua Tengah untuk mewujudkan Papua Tengah yang terang dan maju,” ungkapnya.
Ia menambahkan, secara administrasi dan kelembagaan, KNPI Papua Tengah akan memperkuat koordinasi dari tingkat bawah bersama DPD II, OKP, serta lembaga-lembaga lain agar roda organisasi berjalan baik dan memberi manfaat bagi seluruh pemuda.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Yustinus berharap KNPI Papua Tengah dapat menjadi motor penggerak perubahan sekaligus wadah pembinaan generasi muda menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing.
Dalam konteks yang lebih luas, ia menegaskan bahwa KNPI merupakan pucuk pimpinan seluruh pemuda tanpa membedakan ras, suku, wilayah pantai, gunung, timur, maupun barat.
“Kita semua satu untuk menjalankan tugas bersama ke depan,” tegasnya.
Sepenggal kisah Andy dan Meki kembali menegaskan bahwa pengalaman hidup penuh keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan fondasi untuk berbuat lebih bagi sesama.
Pasangan Mege yang baru efektif menjalankan program selama enam bulan pun telah memulai sejumlah terobosan di bidang pendidikan dan kesehatan yang patut diapresiasi. Konsistensi serta keberlanjutan program tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan hingga menjangkau pelosok daerah. (*)
Penulis: Jeri P Degei





