BeritaNewsUmum

Geger! Pria Asal Sisipan Batui Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Pantai, Hidung dan Mata Keluarkan Darah

227
×

Geger! Pria Asal Sisipan Batui Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Pantai, Hidung dan Mata Keluarkan Darah

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE- Warga sekitar Pantai Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Banggai, dikejutkan dengan penemuan mayat pria Manula (Manusia Lanjut Usia), bernama Lutfie Dae (70) warga Kelurahan Sisipan, Batui, Jumat, (20/2/2026), sekitar pukul 16.00 Wita. 

Menurut keterangan dua anak sebagai orang pertama yang menemukan yakni A (7) dan I (8), pada saat itu mereka sedang bermain dan mandi di pinggir pantai. 

Sementara berjalan di bibir Pantai, tiba-tiba melihat sesosok mayat dalam keadaan mengapung. Karena kaget kedua anak langsung melaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

BACA JUGA:  STT STAR’S LUB Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Polsek Kintom yang tiba di lokasi segera mengamankan TKP dan mengevakuasi korban. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kondisi korban mengeluarkan darah dari hidung dan mata. Pecah pembuluh darah,” sebut Kapolsek Kintom, AKP Muh. Zulfikar. 

BACA JUGA:  Polsek Totikum Pererat Silaturahmi Lewat Jumat Curhat, Serap Aspirasi Warga Totikum Selatan

Sementara itu, keterangan dari anak korban yakni Muhdar Dae (35) bahwa pada Kamis (19/2) sekitar jam 21.00 Wita bertempat di camp PT. Kurnia Luwuk Sejati di Desa Dimpalon Baru, ia mendapati korban sudah tidak berada di dalam rumah tersebut. 

“Saksi langsung melakukan pencarian sampai pada Jumat siang. Hingga Sore harinya ayahnya ditemukan. Menurut keluarga, korban sering keluar rumah dan mempunyai riwayat sakit stroke,” ujar Kapolsek. 

BACA JUGA:  Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Puasa

Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah, yang kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Meskipun demikian proses penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian,” pungkas Zulfikar. (*)