BeritaNewsUmum

Bupati Sofyan Kaepa Lantik Tujuh Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II, Ini Daftar Namanya

457
×

Bupati Sofyan Kaepa Lantik Tujuh Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II, Ini Daftar Namanya

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Setelah beberapa waktu hanya diisi oleh pejabat sementara, akhirnya tujuh pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II secara definitif di instansi dinas dan badan dalam lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai Laut (Balut) resmi dilantik dan diambil sumpah serta janjinya oleh Bupati Balut, Sofyan Kaepa.

Ketujuh pejabat yang dilantik tersebut adalah sebagai berikut:

Rahnad Sapona Adji sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah.

BACA JUGA:  Curi Motor Scoopy Untuk Jalan-jalan, Pemuda di Batui Banggai Diserahkan Polisi ke Jaksa

Rosdiana Panguale sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Suriadi sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Saumuddin Samatan sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah.

Haryani Yusuf Tolani sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Moh. Rivai Abbas sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Frans D. Darkay sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

BACA JUGA:  JDM Meatshop Luwuk Ready Stok di Bulan Suci Ramadhan

Kegiatan pelantikan dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Balut pada Rabu (18/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Kaepa menegaskan bahwa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian, dirinya memiliki kewenangan dalam penetapan, pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai ASN di instansi pemerintah. Namun, seluruh proses tersebut dilakukan berdasarkan objektivitas, kompetensi, serta kualifikasi syarat jabatan.

“Tapi semua itu saya sebagai kepala daerah memiliki hak prerogatif untuk menentukan keputusan dan kebijakan dalam proses pembinaan dan manajemen ASN,” tegasnya.

BACA JUGA:  Liga Silaturahmi Ramadhan Cup 1 Bergulir, Panitia Tuntaskan Technical Meeting

Ia juga menyampaikan bahwa pelantikan seperti ini merupakan hal yang lumrah dalam sistem birokrasi kepegawaian serta menjadi bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan kualitas kinerja aparatur sipil negara.

“Karena kita saat ini dibutuhkan aparatur yang tidak hanya cakap dalam bidang teknis, tetapi juga memiliki daya adaptasi yang tinggi,” tambahnya. Asw