BeritaNewsPendidikan

Wisuda Untad: Kadek Bramdhika Ada Raih Gelar Doktor di Usia 25 Tahun dan Jadi Lulusan Terbaik

159
×

Wisuda Untad: Kadek Bramdhika Ada Raih Gelar Doktor di Usia 25 Tahun dan Jadi Lulusan Terbaik

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE- Pagi itu, suasana Wisuda Periode 135 di Universitas Tadulako terasa berbeda bagi seorang pemuda asal Desa Sindang Sari, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai. Di antara ratusan toga yang berjejer rapi, nama Kadek Bramdhika Ada disebut sebagai wisudawan terbaik program doktoral.

Usianya baru 25 tahun. Ya, di usia yang bagi sebagian orang masih menjadi masa pencarian arah, Kadek justru telah menuntaskan pendidikan tertinggi. 

Ia menyelesaikan studi doktoralnya hanya dalam waktu dua tahun, dua bulan, 29 hari, dengan IPK 3,97 pada Program Doktoral Ilmu Ekonomi. 

Disertasinya tentang perilaku melayani karyawan bahkan telah dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus Q3.

Namun, capaian itu bukanlah hasil dari perjalanan yang instan.

Kadek lahir pada 4 Oktober 1999. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Desa Sindang Sari. Pendidikan dasar hingga SMP ia tempuh di kampung halaman. Selepas itu, ia mengambil keputusan besar: melanjutkan SMA di Kota Luwuk.

BACA JUGA:  Kades Kalupapi Indra Kuba Siap Sukseskan Pembangunan Gedung KNMP

Jarak dari Toili Barat ke Luwuk sekitar 100 kilometer lebih. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya angka. Namun bagi seorang remaja desa, itu berarti berpisah dari orang tua dan belajar hidup mandiri.

“Saya SMA di Kota Luwuk. Dari Toili Barat ke Luwuk itu sekitar 100 kilometer lebih. Saya di Luwuk tinggal sama saudara,” kenangnya.

Langkah itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang membawanya keluar dari zona nyaman.

Setelah lulus SMA, Kadek merantau lebih jauh lagi ke Bali. Ia melanjutkan studi S1 di Universitas Warmadewa. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan S2 di kampus yang sama dan kembali menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik dengan IPK 4,00 (dengan pujian) pada Program Studi Magister Manajemen.

BACA JUGA:  Sekda Bangkep Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan SPBU di Kecamatan Peling Tengah

“Capaian ini tak lepas berkat doa dan perjuangan orang tua,” ucapnya penuh haru.

Di balik toga dan gelar panjang yang kini melekat pada namanya—S.M., C.POD., M.M., hingga doktor—ada kerja keras, disiplin, dan komitmen yang dijaga bertahun-tahun.

Bagi Kadek, keberhasilan bukanlah cerita tanpa kegagalan. Ia meyakini bahwa keberhasilan itu sedikit, sementara kegagalan untuk mencapai titik tersebut sudah banyak terlewati.

Menurutnya, untuk mencapai sesuatu yang besar, seseorang harus meyakinkan diri untuk tetap kuat pada komitmen. Dukungan keluarga dan doa orang tua menjadi fondasi utama. 

Ia juga percaya bahwa Tuhan selalu memiliki cara dalam menakar rezeki setiap insan.

“Semua orang berhak merasakan pendidikan setinggi-tingginya dengan berbagai cara yang positif. Dorong diri sejauh yang bisa untuk menyerap semua pengalaman. Dan jangan lupa, sejauh apa pun dan sehebat apa pun kita, tetap berdampak dan berkontribusi untuk pengembangan serta pembangunan tempat asal,” pesannya.

BACA JUGA:  Berani Bersih-Bersih, Generasi Muda Babasalan Berani Aksi di Masjid An Nur Luwuk

Ayahnya, I Nengah Suarka, adalah pensiunan tenaga kesehatan di UPT Puskesmas. Ibunya seorang guru. Dari keluarga sederhana di desa yang cukup jauh dari ibu kota Kabupaten Banggai, lahir seorang doktor muda yang kini menjadi inspirasi.

Kadek berharap gelar yang diraihnya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, melainkan memberi manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Sulawesi Tengah.

Perjalanan Kadek Bramdhika Ada membuktikan satu hal: jarak bukan penghalang, usia bukan batasan. Dari Sindang Sari, ia menembus ruang-ruang akademik hingga ke jenjang tertinggi.

Dan di usia 25 tahun, ia telah mengukir sejarah—bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk kampung halamannya. (*)