BeritaNews

Wabup Bangkep Buka Workshop Penguatan Integritas dan Kepemimpinan Kepala OPD dalam Implementasi SPIP

32
×

Wabup Bangkep Buka Workshop Penguatan Integritas dan Kepemimpinan Kepala OPD dalam Implementasi SPIP

Sebarkan artikel ini

Banggai Kece – Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfy Kambey, secara resmi membuka kegiatan Workshop Penguatan Integritas dan Kepemimpinan Kepala OPD dalam Implementasi SPIP untuk Peningkatan Maturitas SPIP Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026. Kegiatan ini digelar bersama BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah dan berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Yulianto, Ak., AAP., CHRPE., FRMP., para kepala OPD, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfy Kambey mengatakan bahwa integritas tidak cukup hanya menjadi slogan. Menurutnya, integritas harus dibuktikan melalui kerja yang konsisten, terutama oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA JUGA:  Pemkab Bangkep Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026

Menurut Serfy, “SPIP bukan sekadar dokumen, bukan pula pemenuhan indikator penilaian. SPIP adalah cerminan kualitas kepemimpinan.” Ia menambahkan bahwa keberhasilan atau kegagalan implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sangat ditentukan oleh komitmen dan keteladanan pimpinan OPD. Target peningkatan maturitas SPIP 2026, menurutnya, bukan agenda administratif, melainkan komitmen nyata membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi hasil.

Ia meminta seluruh kepala OPD menjadi teladan integritas di unit kerja masing-masing, memastikan manajemen risiko dijalankan secara nyata, serta membangun budaya pengendalian intern agar setiap pegawai memahami tugas, risiko, dan tanggung jawabnya.

“Saya tidak menginginkan SPIP berjalan hanya ketika ada penilaian. SPIP harus hidup dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Yamaha Mutiara Motor Resmi Luncurkan Pos Penjualan dan Service di Kilongan Permai

Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan secara serius dan tepat waktu. Tanpa komitmen pimpinan, sebaik apa pun regulasi tidak akan menghasilkan perubahan. Jika komitmen kuat, sistem akan berjalan. Kalau lemah, semuanya hanya formalitas.

“Saya berharap seluruh kepala OPD menunjukkan komitmen yang konkret dan terukur agar target peningkatan maturitas SPIP Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2026 dapat tercapai secara berkelanjutan.

Mari jadikan integritas sebagai pondasi kepemimpinan, dan SPIP sebagai instrumen untuk memastikan setiap program dan anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Workshop tersebut juga diisi dengan pemaparan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Yulianto, Ak., AAP., CHRPE., FRMP. Dalam paparannya, Agus menekankan pentingnya efektivitas belanja daerah dan keterkaitan program dengan indikator makro pembangunan, seperti rata-rata lama sekolah dan angka harapan hidup.

BACA JUGA:  Sinergi Polri: AKP Jolly R. Lengkong Hadiri Pengambilan Sumpah Jabatan Sekda Balut

Menurut Agus, setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia menyoroti masih adanya potensi belanja tidak efektif serta perlunya penguatan perencanaan berbasis data agar program daerah benar-benar menjawab persoalan riil, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Tujuan akhir birokrasi adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Semua program harus bermuara ke sana,” kata Agus. (Ram)