BANGGAI KECE – Wakil Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Jamhari Makruf, M.A., menyampaikan pesan penting kepada para lulusan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk saat membawakan orasi ilmiah pada Wisuda Angkatan XXIII, Sabtu (13/12/2025).
Dalam pesannya, Prof. Jamhari menekankan pentingnya rasa syukur bagi para lulusan, baik Sarjana maupun Magister Manajemen.
“Jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT. Kedua, bersyukur kepada orang tua atau wali yang selama ini telah membiayai pendidikan kita. Ketiga, bersyukur kepada diri kita sendiri,” ujar Prof. Jamhari.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen Unismuh Luwuk yang telah membimbing dan mencerahkan mahasiswa hingga berhasil meraih gelar akademik.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Jamhari yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) turut berbagi kisah tentang kampus yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan bahwa UIII mulai melaksanakan perkuliahan perdana pada tahun 2021 dengan tujuan mempromosikan pendidikan Islam Indonesia ke tingkat internasional.
“Agar pendidikan di Indonesia menjadi pendidikan berkelas internasional, termasuk di Unismuh Luwuk,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran UIII juga menjadi alat diplomasi negara. Selama ini, kata dia, banyak masyarakat Indonesia yang memilih belajar ilmu agama ke Timur Tengah, bahkan mengandalkan beasiswa, padahal kualitas pendidikan di Indonesia tidak kalah baik.
“Inilah yang ingin diubah oleh Pemerintah Indonesia, dari yang tadinya tangan di bawah berharap beasiswa, menjadi tangan di atas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Jamhari mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar. Menurutnya, pendidikan adalah proses seumur hidup.
“Adik-adik jangan pernah berhenti belajar. S1 belum selesai, lanjut S2, S3, dan seterusnya. Tidak ada alasan untuk tidak berkarya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai kemanusiaan lebih penting dari segalanya, seraya menyinggung keteladanan tokoh bangsa seperti B.J. Habibie, serta peran besar Muhammadiyah yang didirikan KH. Ahmad Dahlan dari kesederhanaan hingga kini menjadi salah satu organisasi keagamaan terbesar di dunia.
Prof. Jamhari menyebutkan bahwa Muhammadiyah saat ini memiliki 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiah (PTMA).
Jumlah ini bahkan melampaui perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang hanya 122 PTN, serta perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama.
Olehnya, para lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya Unismuh Luwuk patut berbangga.
Mengakhiri orasinya, ia kembali mengingatkan para lulusan untuk senantiasa bersyukur, terus belajar, dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
“Jangan lupa bersyukur, terus belajar, dan mengabdi untuk bangsa,” pungkasnya. (*)





