BeritaNewsPendidikan

Optimalisasi Armada Pengangkut Sampah untuk Menjaga Kelancaran Operasional Pengangkutan ke TPA

871
×

Optimalisasi Armada Pengangkut Sampah untuk Menjaga Kelancaran Operasional Pengangkutan ke TPA

Sebarkan artikel ini

Oleh: Afila Cinta Sari Singgalang (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Magang di DLH Banggai)

Dosen Pembimbing: Assoc. Prof. Dr. Bambang Dwicahya, SKM, M.Kes, CMT

Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di daerah. Kendala utama saat ini adalah kerusakan sebagian armada truk pengangkut sampah, yang menyebabkan keterlambatan proses pengangkutan dari TPS ke TPA. 

Kondisi ini berpotensi menimbulkan penumpukan sampah, pencemaran lingkungan, peningkatan risiko kesehatan, serta keluhan masyarakat. Dibutuhkan langkah kebijakan terencana berupa perbaikan darurat, optimalisasi rute, dan peremajaan armada secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sampah.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

Jumlah truk sampah yang layak beroperasi menurun karena kerusakan teknis (mesin, hidrolik, body kendaraan).

BACA JUGA:  Sekda Banggai Kepulauan Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin dan Sinergi ASN

Perawatan rutin (preventive maintenance) masih terbatas, sehingga kerusakan lebih cepat terjadi.

Sebagian besar truk pengangkut berusia tua (di atas 10 tahun) sehingga sering rusak dan tidak optimal dalam operasional.

Sistem manajemen pengangkutan (jadwal dan rute) belum sepenuhnya optimal.

DAMPAK YANG DITIMBULKAN

LINGKUNGAN

Sampah yang menumpuk menyebabkan pencemaran udara (bau tidak sedap), pencemaran tanah, potensi lindi mencemari drainase/badan air.

KESEHATAN

Penumpukan sampah berpotensi menjadi tempat berkembangbiak vektor penyakit seperti lalat, nyamuk, dan tikus. Hal ini meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, DBD, dan infeksi saluran pernapasan.

OPERASIONAL

Penumpukan sampah di TPS/TPS 3R memperberat pekerjaan petugas kebersihan dan mengganggu kelancaran rantai pengelolaan sampah.

SOSIAL DAN ESTETIKA

Lingkungan menjadi kotor, tidak teratur, dan mengurangi kenyamanan warga. Kondisi ini dapat memicu keluhan masyarakat dan menurunkan citra pemerintah daerah dalam pelayanan publik.

BACA JUGA:  Polisi Penolong Satpolairud Polres Bangkep Evakuasi Pasien Anak di Pelabuhan Salakan

OBSI KEBIJAKAN

PENGUATAN PENDANAAN PERBAIKAN ARMADA

Menyiapkan dana khusus untuk perbaikan truk sampah agar cepat ditangani tanpa menunggu anggaran tahunan. Cepat dan berkelanjutan, namun perlu transparansi dan pengawasan ketat.

OPTIMALISASI RUTE & JADWAL

Penataan rute dan prioritas TPS agar armada lebih efisien. Bisa diterapkan segera, namun tidak menambah jumlah kendaraan.

EVALUASI & PEREMAJAAN ARMADA

Menghitung kebutuhan ideal truk dan merencanakan pengadaan baru. Solusi jangka panjang, tapi butuh biaya besar dan persetujuan anggaran.

KOLABORASI DENGAN PIHAK KETIGA

Menggandeng swasta atau masyarakat lewat pengangkutan tambahan dan program 3R. Dapat mengurangi beban DLH, meski terkendala koordinasi dan regulasi.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

KESIMPULAN

Keterbatasan armada truk sampah menjadi kendala utama kebersihan kota. Solusinya perlu langkah terintegrasi: peremajaan armada, perawatan rutin, manajemen optimal, dan dukungan swasta. Dengan kebijakan tepat, pengelolaan sampah lebih efektif dan kualitas hidup masyarakat meningkat.

Atas suksesnya kegiatan Magang ini, mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari Kepala Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Banggai. 

Bahkan diharapkan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untika Luwuk bisa kembali menempatkan mahasiswanya di instansi tersebut pada masa mendatang.

Sementara itu, Dekan FKM Untika Luwuk, Ramli Bidullah juga menyampaikan terima kasih atas diterimanya mahasiswa di DLH Banggai.

“Semoga apa yang telah dijalankan atau implementasikan selama magang, bisa memberikan manfaat baik bagi DLH,” tandasnya. (*)