BeritaNewsPendidikan

Diskusi Bareng Kepala SD Oktowin Degei: Bahas Identitas Sekolah hingga Pemanfaatan Dana BOS

490
×

Diskusi Bareng Kepala SD Oktowin Degei: Bahas Identitas Sekolah hingga Pemanfaatan Dana BOS

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Nabire – Papua Tengah. Diskusi bersama Kepala Sekolah SD Inpres Panibagata, Oktowin Degei, S.Pd, digelar di Pante Maaf Warkop Belokang, Lampu Merah Samping, Distrik Nabire Kota, Kabupaten Nabire, Minggu (28/9/2025).

Dalam forum tersebut, dibahas beragam topik, mulai dari praktik baik pengelolaan kinerja guru, strategi pengembangan sekolah, hingga pembekalan pengisian SKP di Platform Merdeka Mengajar.

Oktowin Degei menekankan pentingnya atribut sekolah sebagai identitas dan kebanggaan siswa. “Bet atau lencana sekolah adalah emblem yang ditempel di dada baju sebagai penanda identitas sekolah. Dasi, topi, dan hasduk juga menjadi bagian penting seragam, terutama dalam kegiatan resmi maupun pramuka,” jelas Degei.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

Senada, Jeri Degei menambahkan, atribut lain seperti kaos kaki hitam-putih dan ikat pinggang juga menjadi standar seragam untuk menanamkan kerapian, kebersamaan, serta rasa bangga siswa terhadap sekolahnya.

BACA JUGA:  Sekda Banggai Kepulauan Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin dan Sinergi ASN

Selain itu, Oktowin Degei menggarisbawahi profesionalisme yang tercermin dari keseragaman seragam sekolah. “Atribut memastikan semua siswa tampil rapi, percaya diri, dan profesional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung penggunaan Dana BOS yang diterima SD Inpres Panibagata, dengan besaran Rp900.000 per peserta didik per tahun. Dana tersebut bersumber dari Pemerintah Kabupaten Paniai dan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, pengembangan perpustakaan, pemeliharaan sarana-prasarana, serta kesejahteraan guru honorer.

BACA JUGA:  Polsek Lobangkurung Intensifkan Sambang Dialogis, Jaga Kamtibmas di Desa Sonit

“Dana BOS dikelola langsung oleh sekolah, namun penggunaannya harus sesuai kebutuhan dan dilaporkan secara berkala,” tutup Oktowin Degei. (*)

Sumber: Oktowin Degei, S.Pd

Laporan: Jeri P. Degei