BeritaNasionalNewsPendidikan

Dosen FPP Unismuh Luwuk Bersama Kobsii Batui Studi Banding Konservasi Kopi di Bogor

1582
×

Dosen FPP Unismuh Luwuk Bersama Kobsii Batui Studi Banding Konservasi Kopi di Bogor

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Semangat membangun dan memperkuat kolaborasi bersama kelompok tani kopi lokal agar tumbuh, berkembang, serta berdaya saing terus dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi melalui dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk.

Pada Rabu, 3 September 2025, Dr. Bahidin bersama Erwin mendampingi Owner Kobsii Batui, Fadli Hi. Umar, dalam kegiatan studi banding mengenai budidaya kopi, konservasi, dan penanganan pascapanen.

Lokasi studi banding berlangsung di Kampung Cibulao, Desa Tuguh Utara, Kecamatan Cisarua, Bogor. Bersama Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao, Yono, tim berdiskusi banyak hal mengenai konservasi kopi dari hulu ke hilir.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Selama kurang lebih enam jam, studi banding di ketinggian 1.400 mdpl kawasan Puncak Bogor memberikan banyak manfaat bagi peserta, mulai dari teknik budidaya, pengenalan varietas kopi, penanganan pascapanen, hingga strategi konservasi.

“Ini pertemuan yang bermakna bagi kami penggiat kopi lokal di Batui. Semoga ilmu yang didapatkan ini memberikan sejuta inspirasi bagi kami untuk terus memajukan Kopi Batui Oishii,” tutur Fadli.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Hal senada disampaikan dosen FPP Unismuh Luwuk. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di daerah menjadi bagian penting untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan yang berdampak pada kemajuan petani lokal dari hulu ke hilir. 

“Kobsii Batui adalah salah satu aset berharga bagi Kabupaten Banggai, utamanya dalam konservasi kopi dan peningkatan ekonomi petani,” ujarnya.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

KTH Cibulao sendiri telah meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional maupun daerah Jawa Barat di sektor kopi. Bahkan, beberapa warga lokal Cibulao berhasil menjadi barista handal dan dikontrak bekerja hingga ke Timur Tengah. 

Kemajuan kopi Cibulao tidak lepas dari pendampingan intensif oleh IPB University, terang Yono.

Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bersama untuk terus membangun kopi konservasi Indonesia. (*)