Banggaikece.id– Himpunan Anti Tambang (HANTAM) Desa Sumber Agung kembali menggelar diskusi internal organisasi yang berlangsung penuh semangat di salah satu rumah warga, Senin malam 1 September 2025.
Puluhan anggota hadir membahas serius persoalan ketimpangan lingkungan sosial serta agraria yang kian kompleks di tengah masyarakat.
Diskusi yang dipandu langsung oleh pengurus inti HANTAM menyoroti dampak eksploitasi sumber daya alam yang dinilai tidak adil dan cenderung merugikan masyarakat desa.
Beberapa peserta menegaskan bahwa isu agraria bukan hanya persoalan tanah, melainkan juga menyangkut masa depan generasi muda, keberlanjutan lingkungan, serta keadilan sosial.
“Ketimpangan sosial yang lahir akibat kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil harus dilawan dengan kesadaran kolektif. Kita tidak boleh diam ketika tanah dan lingkungan kita terancam,” tegas salah satu perwakilan pengurus HANTAM dalam forum tersebut.
Selain mengulas masalah, forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan solidaritas lintas desa, serta mendorong pemerintah daerah agar lebih transparan dalam pengelolaan sumber daya agraria.
HANTAM menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan perjuangan rakyat desa, khususnya terkait keadilan agraria dan perlindungan lingkungan hidup. Semangat persatuan dan sikap kritis pemuda desa menjadi energi utama dalam mewujudkan perubahan.
“Organisasi ini lahir dari keresahan masyarakat. Maka, setiap langkah perjuangan kita harus berpijak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit,” tutup moderator diskusi dengan penuh penekanan.
Dengan adanya forum ini, HANTAM berharap kesadaran bersama semakin tumbuh, sehingga perjuangan melawan ketimpangan sosial dan mempertahankan hak-hak agraria dapat berjalan semakin kuat dan terorganisir. (*)





