BeritaDaerahNews

Unismuh Luwuk Berikan Penyuluhan Manfaat Mangrove dan Pengelolaannya di Toili Barat 

572
×

Unismuh Luwuk Berikan Penyuluhan Manfaat Mangrove dan Pengelolaannya di Toili Barat 

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id– Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, Lemerintah Desa Rata, Toili Barat bersama Universitas Muhammadiyah Luwuk mengadakan penyuluhan bertajuk “Manfaat Mangrove dan Pengolahannya” pada Sabtu, 22 Maret 2025. 

Acara ini dihadiri oleh aparat desa, Kelompok Mangrove Sikarimanang, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Penyuluhan ini menghadirkan dua pemateri dari Universitas Muhammadiyah Luwuk yang menjelaskan berbagai manfaat mangrove, mulai dari fungsi ekologis hingga potensi ekonomi. 

Salah satu sorotan utama dalam penyuluhan ini adalah pemanfaatan mangrove dalam berbagai produk olahan, seperti sirup mangrove, teh daun mangrove, serta makanan berbasis buah dan biji mangrove yang memiliki nilai jual tinggi.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Presiden Bahas Sinergi Pusat dan Daerah untuk Nawacita 2026

Dr. Samsu Adi Rahman, pemateri pertama, menekankan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah abrasi, serta menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut. 

Ia juga menyoroti peluang pengembangan ekowisata berbasis mangrove, seperti yang telah berhasil dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

BACA JUGA:  Polisi Penolong Satpolairud Polres Bangkep Evakuasi Pasien Anak di Pelabuhan Salakan

Sementara itu, Dr. Ramadhani Chaniago membahas aspek pengolahan hasil mangrove menjadi produk makanan dan kesehatan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Rata memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk berbasis mangrove yang bernilai ekonomis. 

Dalam mendukung upaya ini, Universitas Muhammadiyah Luwuk bersama pihak terkait akan memberikan pendampingan dalam produksi, pemasaran, dan pengembangan usaha berbahan dasar mangrove.

Selain aspek ekonomi, pemerintah desa juga berencana mengajukan program rehabilitasi dan konservasi mangrove guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang usaha baru.

BACA JUGA:  FEB Fun Run 2026 Sukses Digelar, Dekan Ucapkan Terima Kasih ke Para Sponsor

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi berkelanjutan dengan adanya pelatihan lanjutan dan pendampingan usaha,” ujar Dr. Ramadhani Chaniago.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Rata diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan mangrove yang inovatif dan berkelanjutan di Kabupaten Banggai. (*)