Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahNewsOlahraga

Dispar Banggai Hadiri Pembukaan Festival Seni dan Qasidah Tingkat Nasional ke-XXIX di Morowali Utara

800
×

Dispar Banggai Hadiri Pembukaan Festival Seni dan Qasidah Tingkat Nasional ke-XXIX di Morowali Utara

Sebarkan artikel ini

Kolonodale, 4 Desember 2024 – Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai menghadiri pembukaan Festival Seni dan Qasidah Tingkat Nasional ke-XXIX yang berlangsung di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis J. Hehi, MARS, pada Rabu, 4 Desember 2024.

Festival ini berlangsung hingga 8 Desember 2024, diikuti oleh delegasi dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam kegiatan seni dan budaya menghiasi festival, termasuk lomba qasidah, tari tradisional, dan pameran ekonomi kreatif. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan bintang tamu nasional, Alma, yang memukau para penonton dengan lagu dan aksi panggungnya.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Ismed M. Wardhana, S.STP, M.Si., melalui perwakilannya, Kepala Bidang Pemasaran, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini. Ia menyebut festival ini sebagai wadah penting dalam melestarikan seni dan budaya Islam serta mempererat silaturahmi antar daerah.

BACA JUGA:  Polres Bangkep Amankan Sholat Idulfitri 1447 H di Delapan Titik Bulagi, Situasi Kondusif

“Festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah ke tingkat nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:  Diikuti Ratusan Jamaah, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Sukses Gelar Sholat Idul Fitri 

Keikutsertaan Kontingen Kabupaten Banggai dalam festival ini menjadi langkah strategis untuk mempromosikan potensi seni budaya daerah, sekaligus memperkuat sinergi antardaerah di Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan, Festival Seni dan Qasidah Tingkat Nasional ke-XXIX diharapkan dapat menjadi motor penggerak pelestarian budaya Islam sekaligus memperkokoh identitas nasional. (Fl/BP)