BeritaDaerahNews

Ritual Budaya Pengantaran Telur Maleo atau Tumpe, Tradisi Adat Batui Sejak Tahun 1600

2113
×

Ritual Budaya Pengantaran Telur Maleo atau Tumpe, Tradisi Adat Batui Sejak Tahun 1600

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id– Masyarakat adat Batui kembali melaksanakan tradisi berusia ratusan tahun, yaitu prosesi pengantaran tumpe (telur burung maleo) ke Banggai Laut, Senin 2 Desember 2024.

Ritual ini, sudah berlangsung sejak masa pemerintahan Raja Prints Madapar pada tahun 1600, menandai usia ke-424 tahun, menjadi simbol amanah leluhur yang terus dijaga hingga kini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Ferry R. Ledder bersama jajaran staf, turut menghadiri prosesi tersebut.

BACA JUGA:  Sekda Bangkep Resmi Buka Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III Tahun 2026

Pengantaran tumpe bukan sekadar tradisi, tetapi juga lambang hubungan erat antara masyarakat adat Batui dengan Banggai Laut, yang dulu menjadi pusat kerajaan.

Prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat oleh seluruh elemen masyarakat adat Batui. Telur tumpe dijadwalkan tiba di Banggai Laut pada 3 Desember 2024 dan nantinya akan disambut dengan prosesi adat Molabot Tumbe oleh masyarakat adat Banggai Laut. Penyambutan tersebut menjadi momen sakral, menegaskan nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap adat-istiadat.

BACA JUGA:  Polisi Penolong Satpolairud Polres Bangkep Evakuasi Pasien Anak di Pelabuhan Salakan

Selanjutnya, telur tumpe akan diterima secara resmi oleh Lembaga Adat Banggai di Istana Banggai. Prosesi ini menjadi simbol persatuan dan penghormatan yang mempererat hubungan masyarakat adat Batui dan Banggai.

Tokoh adat Batui menyampaikan bahwa tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur dan identitas budaya Kabupaten Banggai.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Presiden Bahas Sinergi Pusat dan Daerah untuk Nawacita 2026

“Ritual ini adalah cerminan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur. Mari kita jaga warisan ini bersama-sama,” ucapnya.

Pengantaran tumpe juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi Kabupaten Banggai. Tradisi ini diharapkan dapat terus menjadi bagian penting dari pelestarian warisan budaya serta penguatan identitas daerah. (*)