Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsUmum

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al Fattah, Ustadz Fahri Rahmadan Ajak Jamaah Jaga Semangat Ramadan

70
×

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al Fattah, Ustadz Fahri Rahmadan Ajak Jamaah Jaga Semangat Ramadan

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE – Pengurus Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Regency sukses menggelar pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu pagi, 21 Maret 2026.

Sholat Idul Fitri yang dimulai pukul 07.00 WITA hingga selesai ini diikuti ratusan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan. Terlihat, jamaah memadati bagian dalam hingga teras masjid dengan penuh khidmat dan antusias mengikuti rangkaian ibadah.

Pada Idul Fitri tahun ini, Masjid Al Fattah menghadirkan Ustadz Fahri Rahmadan S.Pd., M.Pd., sebagai khotib, sementara imam dipimpin oleh Ustadz Fandy Rahmat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Fahri Rahmadan yang juga Wakil Kepala Madrasah Ponpes Al Muraad Luwuk, mengajak jamaah untuk tidak melupakan kenangan indah selama Ramadan. 

Ia mengingatkan momen kebersamaan seperti tarawih, tadarus, hingga berbuka puasa bersama agar tetap hidup dalam hati.

“Meskipun Ramadan telah berlalu dan kita telah memasuki bulan Syawal, semangat Ramadan harus tetap kita jaga. Jika di bulan Ramadan kita rajin ke masjid, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah, maka di luar Ramadan pun harus lebih ditingkatkan,” pesannya.

BACA JUGA:  Diikuti Ratusan Jamaah, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Sukses Gelar Sholat Idul Fitri 

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan ibadah setelah Ramadan menjadi indikator diterimanya amal seseorang. Mengutip perkataan Imam Hasan Al-Basri, “Sesungguhnya balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Ustadz Fahri juga mengingatkan peringatan Rasulullah SAW tentang orang yang merugi di bulan Ramadan, yakni mereka yang tidak mendapatkan ampunan dari Allah hingga Ramadan berakhir.

“Sungguh celaka seseorang yang bertemu Ramadan, namun Ramadan berlalu dalam keadaan dosanya belum diampuni,” ujarnya mengutip hadis.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tidak ada yang akan dibawa manusia setelah wafat selain amal kebaikan. Keluarga, harta, dan segala yang dimiliki hanya akan mengantar sampai ke pemakaman, sementara amal menjadi satu-satunya teman di alam kubur.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

Dalam suasana penuh haru, ia juga menyampaikan bahwa banyak orang yang telah wafat berharap diberi kesempatan kembali ke dunia, bukan untuk bekerja, melainkan untuk beribadah dan memperbanyak amal saleh.

“Namun hari ini, justru banyak orang meninggalkan ibadah demi pekerjaan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” tuturnya.

Ustadz Fahri kemudian menyampaikan tiga pesan utama pasca-Ramadan. Pertama, tetap menjaga konsistensi ibadah agar meraih husnul khatimah. Kedua, meningkatkan ketakwaan dengan menjauhi perbuatan dosa, baik yang kecil maupun besar.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak kembali pada kebiasaan buruk setelah Ramadan, seperti berbuat curang, menggunjing, hingga mengambil hak orang lain.

“Jika itu kita lakukan, maka kita termasuk orang yang merugi dari ibadah Ramadan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bangkep Kawal Arus Lalin Sholat Idulfitri 1447 H, Ibadah Berjalan Aman dan Lancar

Pesan ketiga, pentingnya saling memaafkan sesama manusia. Ia menjelaskan bahwa dosa kepada Allah dapat diampuni dengan tobat, namun dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan.

Momentum Idul Fitri, kata dia, menjadi waktu terbaik untuk meminta maaf, terutama kepada kedua orang tua. 

Ia mengajak jamaah untuk mendatangi orang tua, mencium tangan mereka, dan memohon maaf dengan tulus.

“Jangan lepaskan tangan mereka sebelum mereka mengatakan telah memaafkan kita,” pesannya penuh haru.

Ia juga mengingatkan bagi yang orang tuanya telah wafat, agar tetap berbakti dengan mendoakan serta bersedekah atas nama mereka.

Menutup khutbahnya, Ustadz Fahri mengajak seluruh jamaah memanfaatkan bulan Syawal sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan menjaga hubungan baik dengan Allah maupun sesama manusia. (*)