BeritaNewsPendidikan

WR I Unismuh Luwuk Tekankan Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat 

297
×

WR I Unismuh Luwuk Tekankan Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat 

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE – Pada hari kedua pembekalan, Minggu, 25 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XXXIX Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai menerima materi terkait peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat serta strategi membangun dinamika kelompok.

Materi tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Agung K. Djibran, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara mendalam perilaku serta peran strategis mahasiswa dalam pelaksanaan KKN.

Dr. Agung menegaskan bahwa sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menampilkan perilaku yang baik dan beretika dalam setiap interaksi sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, dalam pelaksanaan program KKN-MB, mahasiswa tidak lagi hanya berstatus sebagai sivitas akademika kampus, melainkan juga menjadi bagian dari masyarakat setelah secara resmi diserahkan oleh pihak kampus kepada pemerintah kecamatan dan desa.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

Pada tahap awal pelaksanaan KKN, mahasiswa akan melakukan observasi lapangan sebagai dasar penyusunan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pastikan kita datang untuk KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, yang sekaligus menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tetap fokus pada tugas pokok dan fungsinya selama menjalankan KKN. Mahasiswa diminta untuk tidak terlibat atau ikut-ikutan dalam persoalan yang bukan menjadi kewenangannya, terutama jika terjadi konflik di desa. Mahasiswa juga diingatkan agar tidak memperkeruh situasi yang ada.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

“Jangan ada masalah di desa lalu mahasiswa ikut-ikutan memanaskan konflik, jangan,” tegasnya. Oleh karena itu, ia kembali menekankan pentingnya menjaga perilaku yang baik selama melaksanakan KKN.

Lebih lanjut, Dr. Agung K. Djibran menjelaskan bahwa terdapat tiga peran utama yang harus diemban mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Pertama, peran moral, yakni tanggung jawab mahasiswa sebagai insan terdidik dalam bersikap dan bertindak. Kedua, peran sosial, di mana kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketiga, peran intelektual, yakni mahasiswa dituntut kreatif, mampu menjadi pengarah, pendorong, serta memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Diketahui, jumlah mahasiswa KKN-MB Angkatan XXXIX yang mengikuti pembekalan sebanyak 234 orang. Mereka berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 33 orang, Fakultas Agama Islam 15 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 55 orang, Fakultas Hukum 6 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 47 orang, Fakultas Teknik 60 orang, serta Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) sebanyak 19 orang.

Ratusan mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 23 posko yang tersebar di tiga posko wilayah kota dan 20 posko di Kecamatan Pagimana, meliputi tiga kelurahan dan 17 desa. (*)