BANGGAI KECE —Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, membuka secara resmi pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN MB) Angkatan XXXIX.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KKN MB merupakan salah satu tahapan penting dan kewajiban akademik yang harus dilalui mahasiswa dalam proses menuju gelar sarjana.
Menurut Dr. Sutrisno K Djawa, KKN MB menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa ketika mereka diturunkan langsung ke desa-desa dan berinteraksi dengan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami realitas sosial, tetapi juga dituntut untuk menghadirkan kontribusi nyata. Oleh karena itu, KKN MB harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, sejalan dengan kebijakan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ia mengungkapkan bahwa Unismuh Luwuk Banggai telah menandatangani pakta integritas Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Dari LLDIKTI Wilayah XVI, terdapat sepuluh perguruan tinggi yang diutus ke Jakarta untuk menandatangani pakta tersebut, dan Unismuh Luwuk Banggai termasuk di dalamnya karena dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di wilayah LLDIKTI XVI.
“Di sinilah kembali ditekankan perubahan paradigma tentang perguruan tinggi berdampak,” ujarnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), konsep perguruan tinggi berdampak sejatinya telah lama dipraktikkan.
Jika perguruan tinggi negeri dan swasta pada umumnya berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka PTMA mengembangkan Catur Dharma, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian (riset), pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Keempat dharma tersebut, lanjutnya, terintegrasi secara utuh dalam pelaksanaan KKN MB. Pada aspek pendidikan, mahasiswa KKN MB didorong untuk berbagi ilmu di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada tataran teori, tetapi harus diimplementasikan di lapangan dan dikoneksikan dengan realitas kehidupan masyarakat desa.
Pada aspek riset, Dr. Sutrisno menekankan pentingnya penelitian yang realistis dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
“Riset yang dilakukan harus bisa digunakan oleh perangkat kecamatan dan desa. Inilah yang dimaksud oleh Pak Menteri dengan perguruan tinggi yang berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam konteks KKN MB dimaknai sebagai dakwah bil hal, yakni dakwah melalui tindakan nyata. Ia menggambarkan konsep zikir tidak hanya dilakukan di kampus, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk membantu masyarakat, mendampingi warga desa, hingga hadir di panti asuhan.
Konsep ini sejalan dengan teologi Al-Ma’un yang diusung Muhammadiyah, yang menegaskan bahwa pendustaan agama tercermin ketika masih ada fakir miskin yang terabaikan di sekitar kita.
“KKN ini melatih soft skill dan civic skill mahasiswa, agar ketika kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan studi, mereka mampu beradaptasi dan berkontribusi secara nyata. Ini adalah kesempatan untuk berbagi ilmu sekaligus mengasah kepekaan sosial,” ujarnya.
Rektor juga menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Namun ia mengingatkan agar peran tersebut dijalankan dengan sikap rendah hati. “Masih banyak saudara-saudara kita yang perlu diberdayakan. Jangan merasa paling tahu dan jangan ada kecongkakan intelektual. Jadikan masyarakat sebagai mitra,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa KKN tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi harus menghadirkan pengabdian dan riset yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat desa setempat.
Usai pembukaan pembekalan, mahasiswa KKN MB Angkatan XXXIX menerima materi perdana yang disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mujiono, S.H., M.H., yang hadir mewakili Bupati Banggai.
Sebagai informasi, pembekalan KKN Mobilisasi Berkemajuan (MB) Angkatan XXXIX ini dilaksanakan di pelataran Kampus Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Sabtu 24 Januari 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 234 mahasiswa dari berbagai fakultas yang akan diterjunkan ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pagimana, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. (*)





