BANGGAI KECE- Semangat untuk terus memberi manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi terus ditunjukkan oleh salah satu dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah (UM) Luwuk, Dr. Bahidin Laode Mpapa, S.Hut., M.Sc. Ia juga merupakan alumni Program Doktor Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.
Dr. Bahidin menghadirkan sebuah inovasi baru yang ditujukan bagi petani maupun masyarakat yang membudidayakan pohon penghasil gaharu. Inovasi tersebut berupa inokulan gaharu padat berbentuk kapsul yang mampu menginfeksi serta merangsang keluarnya resin gaharu yang memiliki nilai jual tinggi.
Kapsul inokulan gaharu ini dikembangkan secara khusus untuk membantu para pemilik pohon gaharu yang selama ini masih kurang memahami proses terbentuknya resin gaharu dari dalam batang pohon.
Hingga saat ini, kapsul inokulan tersebut telah digunakan di beberapa daerah, antara lain Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Adiarsa, serta Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Kepulauan.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Proses pembentukan resin gaharu sudah mulai terlihat setelah 2 hingga 4 bulan kapsul diinjeksikan ke dalam batang pohon gaharu,” ungkapnya, Kamis 22 Januari 2026.
Di sekitar area lubang injeksi, lanjutnya, terjadi perubahan warna menjadi kecokelatan akibat infeksi bakteri patogen yang terkandung dalam kapsul inokulan tersebut. Infeksi ini akan merangsang pohon gaharu mengeluarkan sistem imun alaminya, yang pada akhirnya membentuk resin gaharu.
Ia pun berharap agar inovasi inokulan gaharu padat ini dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.
“Mohon doa agar inovasi ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)





