BeritaNewsPendidikanUmum

Kepala LLDIKTI Apresiasi Unismuh Luwuk Terakreditasi Baik Sekali, dan Ingatkan Lulusan Hadapi Tantangan Dunia Kerja

585
×

Kepala LLDIKTI Apresiasi Unismuh Luwuk Terakreditasi Baik Sekali, dan Ingatkan Lulusan Hadapi Tantangan Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja, khususnya kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri.

Hal tersebut disampaikan Munawir dalam sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Angkatan ke-23 dan Wisuda Magister pertama tahun 2025 yang digelar di Hotel Esterella Luwuk, Sabtu (13/12/2025).

Munawir menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut patut disyukuri, mengingat hanya sebagian kecil penduduk Indonesia yang mampu mengenyam pendidikan tinggi.

“Penduduk Indonesia yang berpendidikan S1 jumlahnya di bawah 7 persen, sementara S2 bahkan kurang dari 0,4 persen. Artinya, gelar sarjana dan magister yang diraih hari ini adalah sebuah prestasi sekaligus amanah besar,” ujarnya.

BACA JUGA:  905 Runner Ramaikan FEB Fun Run 2026

Menurut Munawir, keberhasilan akademik harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia berharap para lulusan, baik yang telah bekerja maupun fresh graduate, dapat segera memperoleh pekerjaan yang layak dan tidak berlama-lama berada dalam status pengangguran.

Ia mengungkapkan, setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sekitar 1,8 juta wisudawan. Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024, jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,3 juta orang atau hampir 5 persen dari total penduduk.

Di sisi lain, Munawir menilai terdapat paradoks di dunia ketenagakerjaan. Meski angka pengangguran tinggi, dunia usaha justru kesulitan mendapatkan tenaga kerja berkualitas. Ia mengutip hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menunjukkan 25 persen pengusaha tidak puas terhadap kinerja karyawan, dan 30 persen kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

“Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Lulusan kita belum sepenuhnya siap kerja, tetapi masih siap dilatih,” kata Munawir.

Munawir mengapresiasi langkah Unismuh Luwuk yang telah menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai upaya memperkecil kesenjangan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan soft skill, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.

Mengacu pada kajian World Economic Forum serta lembaga internasional seperti OECD, McKinsey, dan Harvard, Munawir menyebutkan bahwa keberhasilan seseorang di dunia kerja lebih banyak ditentukan oleh soft skill dibandingkan hard skill semata.

Selain kecerdasan intelektual dan emosional, ia juga menegaskan pentingnya kecerdasan spiritual. Munawir merujuk pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan penguatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia sebagai tujuan utama pendidikan nasional.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

“Saya yakin mahasiswa Unismuh Luwuk telah mendapatkan penguatan karakter melalui Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Nilai-nilai itu harus tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Munawir turut memberikan apresiasi atas capaian Unismuh Luwuk yang berhasil meraih akreditasi “Baik Sekali”, menjadikannya sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah dengan peringkat tersebut.

Ia mendorong Unismuh Luwuk untuk terus berkolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah XVI dan pemerintah daerah melalui program pendidikan tinggi berdampak, agar kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika perguruan tinggi di Luwuk kuat, maka daerah ini tidak hanya menahan arus keluar mahasiswa, tetapi juga mampu menarik mahasiswa dari luar, sehingga ekonomi lokal semakin tumbuh,” pungkas Munawir. (*)