Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatanNewsPendidikan

Setelah Empat Madrasah, KPA Banggai Gelar Penyuluhan HIV/AIDS di MA dan MTs Al Khairaat Luwuk

1345
×

Setelah Empat Madrasah, KPA Banggai Gelar Penyuluhan HIV/AIDS di MA dan MTs Al Khairaat Luwuk

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE – Setelah menyasar empat madrasah, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Banggai kembali menggelar penyuluhan HIV/AIDS.

Kali ini, penyuluhan HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja dilaksanakan di dua madrasah, yakni Madrasah Aliyah (MA) Al Khairaat dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Khairaat Luwuk, pada Sabtu (13/12/2025).

Dua madrasah tersebut menjadi penutup rangkaian penyuluhan HIV/AIDS di madrasah-madrasah sepanjang tahun 2025 yang dilaksanakan KPA Banggai bersama Kemenag Banggai.

Diketahui, terdapat enam madrasah yang menjadi sasaran kegiatan penyuluhan HIV/AIDS oleh KPA Banggai. Enam madrasah tersebut, yakni MTs dan MA Al Ikhlas Tontouan, MTsN 1 Banggai, MAN 1 Banggai, serta MTs dan MA Al Khairaat Luwuk.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Sekretaris KPA Kabupaten Banggai, Hj. Rampia Laamiri S.Sos., M.MKes., mengatakan, kegiatan penyuluhan HIV/AIDS ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2025.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, KPA memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengertian HIV dan AIDS, cara penularan, gejala, hingga langkah-langkah pencegahan.

KPA juga menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial, seperti tinggal serumah, berjabat tangan, menggunakan alat makan bersama, maupun berenang bersama.

BACA JUGA:  Tabrak Pejalan Kaki di Nuhon, Pemotor dan Pejalan Kaki Dilarikan ke RSUD Luwuk

Selain itu, turut disampaikan edukasi mengenai kelompok berisiko tinggi serta pentingnya perilaku seksual yang aman.

Melalui kegiatan ini, KPA Banggai berharap masyarakat semakin memahami mekanisme penularan dan pencegahan HIV/AIDS, sehingga stigma negatif dapat ditekan dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dapat meningkat.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mencapai target “3 Zero 2030”, yakni Zero Infeksi Baru, Zero Kematian akibat AIDS, serta Zero Stigma dan Diskriminasi.

BACA JUGA:  Cegah Gangguan Kamtibmas, Patroli Perintis Presisi Polres Bangkep Sasar Bank dan Pasar di Salakan

Penyuluhan ini dinilai penting dilakukan secara masif mengingat kelompok usia muda merupakan populasi yang rentan terinfeksi HIV akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran terhadap risiko penyakit tersebut. Oleh karena itu, kelompok remaja menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut didominasi oleh kelompok usia produktif. Data menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS pada usia 20–24 tahun menempati urutan kedua, sementara urutan pertama berada pada kelompok usia 25–49 tahun. (*)