BeritaNews

Ketua KNPI Papua Tengah Hadiri Temu Akbar Pegiat Literasi, Tegaskan Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa

437
×

Ketua KNPI Papua Tengah Hadiri Temu Akbar Pegiat Literasi, Tegaskan Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Nabire, Papua Tengah — Ketua KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan generasi bangsa yang masih tertinggal, termasuk mereka yang mengalami keterbatasan akses pendidikan di pelosok-pelosok kampung.

“Kami sebagai tokoh pemuda siap mendukung,” ujarnya dalam Temu Akbar Pegiat Literasi Papua Tengah yang berlangsung selama dua hari, 27–28 November 2025, di Kota Nabire. Kegiatan ini mengusung tema “Bicara Masalah Bicara Solusi: Kupas Tuntas Gerakan Literasi dari Kampung ke Kota.”

Sebagai bentuk dukungan konkret, Ketua KNPI Papua Tengah turut menyumbangkan 50 buah buku untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui literasi, guna membangun generasi emas bangsa di negeri ini.

BACA JUGA:  Polres Bangkep Gelar Apel Pasukan, Resmi Mulai Operasi Keselamatan Tinombala 2026

Dalam sambutannya, Yustinus Tebai menegaskan bahwa gerakan literasi di Tanah Papua telah bertumbuh sejak tahun 2009 melalui berbagai inisiatif masyarakat, mulai dari kampung kecil hingga komunitas-komunitas independen.

BACA JUGA:  Dua Siswi Kakak Beradik Asal SMAN 2 Luwuk Raih Juara 1 dan 2 di FEB Fun Run 2026

Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai bukti bahwa literasi merupakan gerakan kolektif yang lahir dari kesadaran bersama untuk memberantas buta huruf serta membuka akses menuju masa depan yang lebih baik.

“Mari terus bergerak dan menjaga api literasi agar tetap menyala. Dari kampung ke kota, dari generasi ke generasi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

Dalam kesempatan itu pula, KNPI Papua Tengah menyerahkan 50 buku kepada Forum Pegiat Literasi Papua Tengah untuk menambah koleksi bahan bacaan komunitas.

Temu Akbar ini, kata Yustinus, menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan, memperkuat jejaring, dan mengembangkan strategi literasi yang lebih inklusif di Papua Tengah. (*)

Penulis: Jeri P Degei