BeritaNewsPendidikan

Natalin Dangari Raih Juara I Lomba Nyanyi Tingkat SD-SMP, Dua Hari Latihan yang Berbuah Manis

612
×

Natalin Dangari Raih Juara I Lomba Nyanyi Tingkat SD-SMP, Dua Hari Latihan yang Berbuah Manis

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Nama Natalin Dangari disebut tadi malam, 14 November 2025. Di antara sorak kecil penonton, siswi SDN 4 Luwuk itu resmi ditetapkan sebagai Juara I lomba menyanyi tingkat SD–SMP 2025. Finalnya digelar sehari sebelumnya, 13 November, di RTH Luwuk.

Yang membuat hasil itu menarik bukan hanya gelarnya tapi prosesnya.
Natalin hanya berlatih dua hari, waktu yang begitu singkat. Namun cukup untuk membawanya berdiri paling percaya diri di panggung terbuka itu.

Ia tampil dengan pakaian adat berwarna ungu—warna yang tidak mencolok, tapi justru menenangkan. Begitu naik panggung, ekspresinya terlihat siap. Tidak gugup. Tidak ragu.

BACA JUGA:  Sekda Bangkep Resmi Buka Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III Tahun 2026

Natalin membawakan lagu: Sisik Naepuan. Lagu yang tidak sederhana. Lagu yang membutuhkan teknik sekaligus rasa. Namun Natalin melewatinya dengan stabil: nada bersih, ucapannya rapi, dan penghayatan yang membuat juri saling mengangguk.

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Suasana di RTH malam itu ikut membantu. Angin bergerak pelan. Lampu panggung menyala dari kiri. Penonton hening saat nada panjangnya keluar. Hening yang jarang terjadi di lomba anak-anak. Tapi malam itu terjadi.

Dan tadi malam, hasilnya diumumkan.
Natalin di posisi pertama.

Natalin lahir 11 Desember 2013. Usianya masih muda. Perjalanannya masih panjang. Namun dari dua hari latihan itu, ia sudah memberi satu pelajaran kecil: persiapan yang singkat tetap bisa menghasilkan sesuatu—asal dijalani dengan sungguh-sungguh.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

Ibunya, Nopriana Sangka, tidak bisa menyembunyikan rasa bangga.
“Bangga sekali,” ujarnya haru.

Prestasi itu pulang bersama mereka malam itu. Menjadi cerita keluarga.
Dan mungkin, menjadi awal dari perjalanan musik seorang anak kecil—yang malam ini berhasil membuat satu kota berhenti sebentar untuk mendengarkan suaranya. (*)