BeritaNewsUmum

Resmi Dilantik, DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan Apssi di 8 Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Tengah Siap Bergerak Maju

456
×

Resmi Dilantik, DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan Apssi di 8 Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Tengah Siap Bergerak Maju

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Nabire, Papua Tengah – Gerakan Tani Merdeka Indonesia terus menunjukkan arah baru dalam membangun kekuatan petani di tanah air. Organisasi ini tidak hanya berbicara soal pertanian, tetapi juga tentang cara berpikir dan bertindak secara kreatif dan mandiri.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa organisasi ini harus bergerak dengan ide dan inovasi.

“Tani Merdeka Indonesia itu pemikir, harus kreatif. Organisasi kita ini punya pasukan di seluruh provinsi, kabupaten, kecamatan, bahkan di tingkat desa,” ujar Don Muzakir dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan Badan Pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan Apssi se-Provinsi Papua Tengah, yang digelar di Guest House Nabire, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Sabtu (28/9/2025).

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Ia menekankan pentingnya sistem gerakan yang cepat, tepat, dan tidak bergantung pada pusat. Menurutnya, DPW dan DPD harus berani mengambil langkah dan mandiri dalam menggerakkan program di daerah masing-masing.

“Tani Merdeka Indonesia ke depan sistem kerjanya seperti angin, pesawat, peluru. Kita tidak menunggu orang. DPW dan DPD jangan menunggu arahan. Saya harap jangan ada yang tertinggal,” tegas Don Muzakir.

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Lebih lanjut, Don Muzakir menyebutkan bahwa saat ini banyak pihak yang ingin bergabung dengan Tani Merdeka Indonesia, termasuk berbagai organisasi masyarakat dan politik yang mulai membuka ruang kerja sama. Hal ini menunjukkan bahwa Tani Merdeka Indonesia dipandang sebagai gerakan dengan arah yang jelas dan memiliki akar kuat di lapangan.

“Pengakuan terhadap Tani Merdeka Indonesia bukan datang karena promosi, tapi karena kerja nyata, terutama di Papua Tengah. Banyak yang tertarik karena kita kerja, bukan hanya bicara,” ujarnya.

Menurut Don Muzakir, gerakan Tani Merdeka Indonesia memiliki karakter berbeda. Tidak menunggu panggilan, tetapi langsung turun ke lapangan. Tidak menunggu program, melainkan menciptakan inisiatif sendiri. Dari desa ke kota, dari sawah ke forum kebijakan, gerakan ini hadir dengan cara yang sederhana namun berdampak besar.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Semangat tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pengurus di daerah untuk tidak ragu bergerak. Struktur organisasi yang telah menjangkau hingga tingkat desa menjadi modal besar dalam memperkuat perjuangan petani Indonesia.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk melangkah, bukan menunggu,” pungkas Don Muzakir. (*)

Penulis: Jeri P. Degei