Banggaikece.id- Nabire, Papua Tengah – Proses akademik di perguruan tinggi Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire (USWIM) terus berjalan sesuai tahapan yang menentukan kelulusan mahasiswa setelah mereka menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan administratif.
Pada Senin (13/03/2025), bertempat di Ruang Fisip USWIM Nabire, Jalan Sutamsu SH, Kalibobo, Nabire, Papua Tengah, salah satu mahasiswa, Melkias Yeimo, menjalani seminar proposal penelitian sebagai bagian dari proses menuju gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.Ip) pada Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Melkias Yeimo memaparkan proposal penelitian berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Kelurahan terhadap Pengambilan Keputusan pada Kelurahan Karang Tumaritis Distrik Nabire, Papua Tengah.”
Ia menjelaskan bahwa tahap seminar proposal merupakan salah satu syarat penting sebelum melangkah ke tahap penelitian dan penyusunan skripsi.
Dosen Pembimbing I, Dr. Ch. M. Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga etika dalam bersosialisasi, terutama di lingkungan akademik.
“Seorang mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dalam situasi sosial. Contohnya, dalam berkomunikasi dengan teman sebaya maupun dengan dosen, perlu diperhatikan sopan santun dan tata krama,” jelas Lewerissa.
Sementara itu, Dosen Pembimbing II, Jeans Marzel Ngantung, S.T., M.MIP., memberikan masukan terkait sistematika penulisan, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kerapian dalam pengetikan.
“Kami berharap mahasiswa memiliki keahlian teknis yang memadai. Jadi, fokuskan perhatian dan pertanyaan Anda pada hal-hal yang bersifat teknis,” ujar Ngantung.
Melkias Yeimo mengakui bahwa perjalanan kuliah di USWIM Nabire penuh tantangan. “Memang wajar jika saya merasa kuliah itu berat dan kadang membosankan, karena banyak mahasiswa merasakan hal yang sama,” ungkapnya. Ia menambahkan, penyebabnya bisa berasal dari beban akademik yang tinggi, kurangnya tujuan yang jelas, hingga kelelahan mental dan fisik.
“Namun, ada banyak cara untuk mengatasi perasaan tersebut dan menjadikan pengalaman kuliah lebih positif,” tutup Melkias Yeimo dengan optimis. (*)
Penulis: Jeri P. Degei





