BeritaNewsPendidikan

Mahasiswa FKIP Untika Luwuk Gelar Penelitian Situs Sejarah di Banggai Laut

814
×

Mahasiswa FKIP Untika Luwuk Gelar Penelitian Situs Sejarah di Banggai Laut

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Sebanyak 46 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk melaksanakan kunjungan penelitian ke sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Banggai Laut.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan tujuan memberikan pembelajaran langsung mengenai peradaban dan budaya khas Banggai Laut.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendatangi beberapa lokasi penting, di antaranya Keraton Banggai, Makam Maulana Prins Mandapar, Desa Kendek, dan Desa Pasir Putih. Fokus penelitian tahun ini diarahkan pada pelestarian cerita rakyat serta penggunaan bahasa Banggai sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Presiden Bahas Sinergi Pusat dan Daerah untuk Nawacita 2026

Untuk menunjang penelitian, para mahasiswa juga melakukan dialog dengan narasumber di Keraton Banggai, Desa Kendek, dan SMAN 1 Banggai. Melalui interaksi tersebut, mereka mengumpulkan data terkait cerita rakyat, sejarah, serta praktik penggunaan bahasa daerah Banggai.

BACA JUGA:  Polisi Penolong Satpolairud Polres Bangkep Evakuasi Pasien Anak di Pelabuhan Salakan

Dosen pendamping FKIP, Yudiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi kebudayaan sekaligus memberi kontribusi nyata dalam bidang pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang merupakan identitas masyarakat Banggai Laut, serta mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sekda Banggai Kepulauan Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin dan Sinergi ASN

Universitas Tompotika Luwuk berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa melakukan penelitian lapangan demi memperluas wawasan budaya dan mempererat ikatan antar generasi.

Dengan semangat pelestarian budaya, kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga eksistensi bahasa dan tradisi Banggai Laut di tengah derasnya arus modernisasi. (*)

Sumber: Disparbud Balut