BeritaNasionalNewsPendidikan

Mahasiswa UMM Gelar GERMAS Mini di Gunungrejo: Langkah Kecil untuk Dampak Besar

817
×

Mahasiswa UMM Gelar GERMAS Mini di Gunungrejo: Langkah Kecil untuk Dampak Besar

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UMM mengabadikan momen bersama ibu-ibu kader Posyandu dalam kegiatan GERMAS Mini. FOTO: IST

Banggaikece.id-Malang– 6 Agustus 2025, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Mini di Posyandu Dahlia 4, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga, khususnya para ibu dan kader posyandu, dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penggunaan obat yang bijak melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Baik dan Benar).

Koordinator tim PMM Bhaktiku Negeri UMM, Siti Afifa Maharani, menekankan pentingnya penyampaian materi yang sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat dapat langsung mempraktikkannya.

“Harapannya, informasi terkait PHBS dan DAGUSIBU benar-benar sampai ke ibu-ibu serta kader, sehingga kebiasaan hidup sehat bisa menjadi rutinitas keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sekda Banggai Kepulauan Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin dan Sinergi ASN

Kegiatan yang berlangsung interaktif selama satu jam ini diikuti sekitar 50 warga. Tim mahasiswa terdiri dari Fitrotun Nadiyah, Sulistiyaningsih Dwi Sagita, Putri Damayanti Pribadi, dan M. Pajri Adi Prayoga, dengan pendampingan dosen dr. Anung Putri Illahika, M.Si. 

Materi PHBS yang disampaikan meliputi pentingnya cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi, penggunaan jamban sehat, hingga menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Pada sesi DAGUSIBU, peserta diajak memahami praktik penyimpanan obat yang benar, misalnya tidak meletakkan obat di tempat lembap, serta pentingnya penggunaan obat sesuai aturan dosis. Salah satu peserta, Bu Rina, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai penggunaan antibiotik.

“Saya sekarang tahu mengapa antibiotik tidak boleh dihentikan di tengah pengobatan. Pengetahuan ini akan saya bagikan ke keluarga,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jelang Ops Keselamatan Tinombala 2026, Kasatlantas Polres Bangkep Imbau Masyarakat Tertib Lalu Lintas

Sementara itu, kader posyandu setempat, Ibu Lia, menilai penyuluhan mahasiswa sangat bermanfaat.

“Materi yang dibawakan sederhana dan mudah diterima, sehingga membantu kami menyampaikan informasi kesehatan ke warga,” katanya.

Selain penyuluhan, mahasiswa juga melakukan aksi nyata dengan membagikan bubuk abate ke rumah-rumah warga untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Warga tidak hanya menerima produk, tetapi juga mendapat penjelasan langsung mengenai cara penggunaan yang benar.

“Kalau langsung didatangi dan dijelaskan, jadi lebih jelas cara pakainya,” tutur Bu Ulfa, salah satu penerima abate.

Kepala Desa Gunungrejo, Samsul Hadi, S.T., memberikan apresiasi atas kegiatan mahasiswa UMM.

BACA JUGA:  Dukcapil Banggai Kepulauan Musnahkan KTP-el/KIA Rusak dan Arsip Inaktif

“Program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga setelah sosialisasi ini, warga semakin sadar pentingnya hidup sehat dan bijak dalam menggunakan obat,” ujarnya.

Di penghujung acara, tim PMM membagikan cinderamata sebagai pengingat agar masyarakat terus menerapkan pola hidup sehat. Para kader posyandu juga didorong untuk menjadi duta kesehatan di lingkungannya masing-masing, sehingga dampak program bisa berkelanjutan.

Melalui kegiatan GERMAS Mini ini, mahasiswa UMM membuktikan komitmen mereka dalam mengaplikasikan ilmu dari kampus untuk masyarakat. Langkah sederhana—mulai dari kebiasaan cuci tangan hingga tata cara penggunaan obat—diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan keluarga di Desa Gunungrejo. (*)