BeritaDaerahNews

Pemdes Koyobunga Salurkan BLT DD Tahap II untuk 8 KPM

300
×

Pemdes Koyobunga Salurkan BLT DD Tahap II untuk 8 KPM

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Pemerintah Desa Koyobunga, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap II tahun 2025 kepada warganya.

Sebanyak 8 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan senilai Rp600.000, yang mencakup periode Mei dan Juni 2025. Penyaluran dilaksanakan pada Jumat, 20 Juni 2025, bertempat di Balai Pertemuan Rakyat Desa Koyobunga.

Kepala Desa Koyobunga, Nurhaya Dj. Monggol, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan. 

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

Ia juga berharap agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga penerima.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Anggota BPD, perangkat desa, pendamping desa, serta seluruh penerima bantuan. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk memastikan BLT DD tersalurkan tepat sasaran.

BACA JUGA:  Mulai 2 Februari 2026, Imigrasi Banggai Hadirkan Layanan Informasi di Mal Pelayanan Publik

Penyaluran berlangsung tertib dan lancar. Para penerima tampak antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah desa. “Bantuan ini sangat membantu kami dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada pemerintah desa atas kepeduliannya,” ujar salah satu penerima.

BACA JUGA:  Belasan Rumah Warga di Desa Masing Rusak Diterjang Angin Kencang

Pemerintah Desa Koyobunga terus berkomitmen menjalankan berbagai program bantuan dan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyaluran BLT DD ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara kepala desa, perangkat desa, dan para penerima bantuan, sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong menghadapi tantangan pembangunan. (Ram) **