BeritaDaerahNews

Imigrasi Terbitkan Lebih dari 4.000 eVoA Melalui VFS Global Sejak Januari 2025

892
×

Imigrasi Terbitkan Lebih dari 4.000 eVoA Melalui VFS Global Sejak Januari 2025

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Direktorat Jenderal Imigrasi terus memperluas jangkauan pasar Electronic Visa on Arrival (eVoA) melalui kerja sama strategis dengan VFS Global. Sejak Januari hingga 21 Mei 2025, tercatat sebanyak 4.345 eVoA telah diterbitkan melalui platform VFS Global.

Meskipun jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan permohonan langsung melalui situs resmi evisa.imigrasi.go.id, Ditjen Imigrasi memastikan bahwa upaya promosi dan publikasi eVoA serta layanan keimigrasian Indonesia lainnya telah menjangkau sejumlah negara target, yaitu Australia, India, Inggris, dan Amerika Serikat, melalui kantor, kanal, dan media promosi VFS Global. Keempat negara tersebut merupakan pasar utama layanan eVoA, selain Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Direktur Kerja Sama dan Bina Perwakilan, Arief Munandar, menegaskan bahwa kemitraan dengan VFS Global berperan strategis dalam memperluas aksesibilitas visa elektronik Indonesia.

BACA JUGA:  Polres Bangkep Gelar Apel Pasukan, Resmi Mulai Operasi Keselamatan Tinombala 2026

“Kerja sama ini juga menjadi sarana diplomasi pelayanan publik Indonesia di kancah global,” ujar Arief dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Perjanjian Kerja Sama dengan PT VFS Services Indonesia di Sentul City, Jumat (23/05/2025). 

Ia menambahkan, evaluasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk meningkatkan kualitas layanan keimigrasian berbasis digital yang inklusif dan berstandar internasional.

Data Ditjen Imigrasi menunjukkan peningkatan permohonan eVoA melalui VFS Global pada Februari–Maret 2025, yang mencapai rata-rata 1.000 eVoA per bulan, setelah masa uji coba pada Desember 2024 hingga Januari 2025. 

Sementara itu, total perlintasan masuk dan keluar melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi sejak Januari hingga pekan ketiga Mei 2025 tercatat lebih dari 12 juta. Penggunaan autogate juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk WNA, autogate hanya dapat digunakan oleh pemegang paspor elektronik.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

Dalam kesempatan yang sama, Head of Australasia VFS Global, Kaushik Gosh, menyampaikan apresiasi atas efektivitas implementasi kerja sama selama empat bulan terakhir.

“Kami melihat potensi pertumbuhan signifikan dari pemohon eVoA melalui VFS, khususnya dari India, Australia, Inggris, Amerika Serikat, dan bahkan Afrika Selatan,” ungkapnya.

Pertemuan antara Ditjen Imigrasi dan VFS Global menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya percepatan pembangunan dashboard rekonsiliasi yang direncanakan mulai pada Juni 2025, serta penyusunan timeline promosi layanan keimigrasian oleh VFS Global. 

BACA JUGA:  Dua Siswi Kakak Beradik Asal SMAN 2 Luwuk Raih Juara 1 dan 2 di FEB Fun Run 2026

VFS juga diharapkan aktif mengenalkan sistem eVoA ini ke masyarakat global melalui berbagai metode promosi, termasuk kampanye luar ruang di London dan New York. Selain itu, kerja sama dengan maskapai penerbangan internasional serta kampanye iklan dengan mitra bisnis di India juga tengah dijajaki.

“Evaluasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas layanan visa elektronik Indonesia secara global. Kami yakin sinergi antara pemerintah dan mitra layanan resmi seperti VFS akan memperkuat kualitas layanan keimigrasian yang andal, aman, dan ramah pengguna,” pungkas Arief. (*)

Sumber: Humas Ditjen Imigrasi