Oleh: Jeri P. Degei
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Saat ini, terdapat 216 kampung di kabupaten ini yang telah membentuk BUMDes dengan berbagai unit usaha. Beberapa nama usaha BUMDes yang telah terverifikasi melalui Sistem Informasi Desa (SID) dan disahkan oleh Kemendes PDTT antara lain Abadi, Mandiri, Sakti, Tempu, dan Sejahtera.
Profil Kabupaten Paniai
Kabupaten Paniai merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Tengah, Indonesia, yang terletak di pedalaman dengan ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.
Pada masa kolonial, daerah ini dikenal dengan nama Wisselmeren, merujuk pada tiga danau utama yang terletak di sekitar pusat kota Enarotali. Nama ini berasal dari pilot Belanda, Frits Julius Wissel, yang menemukan danau-danau tersebut pada tahun 1938. Sejak saat itu, masyarakat Paniai mulai berinteraksi dengan dunia luar.
Peningkatan Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Paniai terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2017, tercatat sebanyak 170.196 jiwa, dengan rasio jenis kelamin 105,02, yang berarti dalam setiap 100 penduduk perempuan terdapat 105 penduduk laki-laki.
Distrik dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Paniai Timur dengan 20.858 jiwa, sedangkan distrik dengan penduduk paling sedikit adalah Wandai dengan 649 jiwa.
Potensi Ekonomi: Pertanian dan Kehutanan
Pertanian menjadi sektor utama perekonomian masyarakat Paniai. Komoditas unggulan meliputi Ubi jalar, Ubi kayu, Kacang tanah, Kacang hijau dan Sayuran.
Namun, hingga kini belum ada industri kecil atau rumah tangga yang mengolah ubi jalar menjadi produk olahan lainnya, sehingga peluang untuk mengembangkan industri berbasis pertanian masih terbuka lebar.
Di sektor kehutanan, Kabupaten Paniai memiliki potensi besar dengan luas hutan mencapai 1.254.441 hektare. Sebagian besar (971.315 hektare) merupakan hutan lindung, sementara sisanya telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk oleh investor swasta.
Pariwisata: Potensi Alam yang Belum Tergarap Maksimal
Kabupaten Paniai memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, seperti: Danau Paniai di Distrik Paniai Timur, Danau Tigi, Danau Tage dan Cagar Alam Lorentz yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna.
Namun, sektor pariwisata masih belum berkembang optimal karena minimnya infrastruktur dan akses transportasi ke lokasi wisata.
Potensi Pertambangan: Sumber Daya yang Belum Termanfaatkan Secara Optimal
Berdasarkan data PDRB Kabupaten Paniai, sektor pertambangan memiliki peran yang cukup signifikan dalam struktur ekonomi daerah. Meskipun kontribusinya baru sekitar 0,47% dari PDRB pada tahun 2000, sektor ini memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.
Beberapa sumber daya alam yang ditemukan di Kabupaten Paniai meliputi Batubara – Distrik Paniai Barat, Siriwo, dan sekitarnya,.Emas – Distrik Sugapa, Agisiga, Homeyo, Aradide, Biandoga, Bogobaida, dan Paniai Barat, Besi – Puncak Cartenzs, Batu kapur – Distrik Paniai Timur dan Pasir kuarsa – Distrik Paniai.
Saat ini, aktivitas pertambangan masih dilakukan secara tradisional oleh penduduk setempat, sementara eksplorasi pertambangan modern masih dalam tahap awal.
BUMDes sebagai Pilar Ekonomi Desa
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan beberapa langkah strategis, seperti pertama mengembangkan industri olahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Kedua, Mengoptimalkan pengelolaan hutan dengan prinsip keberlanjutan.
Membangun ekowisata berbasis budaya dan alam untuk menarik wisatawan.
Memanfaatkan potensi pertambangan dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Jika dikelola dengan baik, BUMDes tidak hanya menjadi sumber pendapatan desa tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Paniai. (*)





