BeritaDaerahNews

Geger! Petani 43 Tahun di  Bualemo Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Turun TKP

1677
×

Geger! Petani 43 Tahun di  Bualemo Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Turun TKP

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Geger, Petani berusia 43 tahun di Desa Binsil Pasang, Kecamatan Bualemo, ditemukan tak bernyawa, Jumat pagi 11 Oktober 2024.

Atas informasi menggegerkan itu, Polsek Bualemo yang dipimpin Kanit Binmas, IPTU Kalasang mendatangi TKP penemuan mayat tersebut.

Mayat pria yang berprofesi sebagai petani tersebut, teridentifikasi bernama Asri Lasahara (43), warga desa setempat.

Bermula ketika kakak kandung korban Ludin Lasahara yang memiliki keterbelakangan mental pada pukul 06.00 Wita, menyampaikan kepada saudara perempuan lainnya yakni Hasni Lasahara bahwa korban dalam posisi tidur dan sudah dingin. 

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Saksi Hasni kemudian mendatangi dan mendapati korban tergeletak dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Ibu Hasni lalu memberitahukan hal tersebut ke Kades dan diteruskan kepada kami,” sebut Kapolsek Bualemo, AKP Haryadi. 

Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi dan mengamankan TKP serta memeriksa keterangan sejumlah saksi. 

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Haryadi mengatakan, berdasarkan keterangan Hasni bahwa sebelumnya pada Rabu (9/10) sekira jam 21.00 terakhir kali ketemu korban, saat mengantarkan makanan. 

Sementara itu, saksi lainnya, Sarbin Saada rekan kerja korban di Perusahan Kelapa Sawit bahwa sejak Kamis (10/10) pagi saat menjemput korban, korban tak lagi kelihatan menunggu di depan rumahnya. 

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

“Korban sudah dua tahun bekerja sebagai petani sawit. Setiap hari pukul 05.00 Wita dilakukan penjemputan, tetapi sejak Kamis, korban tidak pernah terlihat didepan rumahnya,” urai Kapolsek. 

Tambahnya, almarhum juga sering mengeluh sakit magh dan pusing akan tetapi tidak memeriksa kesehatannya ke Puskesmas. 

“Pihak Keluarga tidak keberatan dan menerima dengan iklas. Korban langsung di makamkan pukul 10.30 Wita,” pungkasnya. (*)