BANGGAI KECE- Masama, Banggai – Musibah kebakaran terjadi di Desa Tompotika Makmur, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 22.45 WITA.
Rumah milik I Putu Saniasa (53), seorang petani beragama Hindu, hangus dilalap api dan menewaskan ibunya, Niluh Sunici (75), yang berada sendirian di dalam rumah.
Peristiwa bermula saat warga desa, termasuk keluarga korban, tengah melaksanakan ibadah di pura setempat. Beberapa warga melihat api besar membubung dari arah rumah I Putu Saniasa dan segera memberi tahu warga lainnya. Warga yang sedang beribadah langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman secara gotong royong.
Sekitar pukul 22.55 WITA, warga mulai berupaya memadamkan api. Namun, kondisi korban yang sudah lanjut usia dan mengalami kesulitan berjalan membuatnya tidak sempat menyelamatkan diri. Saat kejadian, korban sedang tidur di dalam rumah dan ditinggal sendirian oleh anaknya yang sedang beribadah.
Upaya warga mengevakuasi korban terhalang kobaran api yang cepat membesar dan menyebar. Niluh Sunici akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar.
Warga terus berupaya memadamkan api hingga sekitar pukul 23.30 WITA, sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Peristiwa ini menyebabkan kerugian besar, baik harta benda maupun korban jiwa.
Kepala Desa Tompotika Makmur, Erawati Z Madina, bersama aparat desa dan Babinsa setempat turut hadir di lokasi untuk memantau situasi serta memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga korban. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Identitas Pemilik Rumah I Putu Saniasa, Umur: 53 Tahun, Agama: Hindu, Pekerjaan: Petani, Alamat: Desa Tompotika Makmur, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai.
Sementara, Identitas Korban Niluh Sunici, Jenis Kelamin: Perempuan, Umur: 75 Tahun, Agama: Hindu, Alamat: Desa Tompotika Makmur, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai.
Masyarakat dan pemerintah desa menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Doa dan dukungan terus mengalir bagi keluarga I Putu Saniasa agar diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan tersebut. (*)
Penulis: Marjuki Bayu






