Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsPendidikan

IKAPPMME Ekadide Se-Kota Studi Nabire Gelar Diskusi Publik Bahas Ilmu Tridarma Perguruan Tinggi dan Organisasi Mahasiswa

113
×

IKAPPMME Ekadide Se-Kota Studi Nabire Gelar Diskusi Publik Bahas Ilmu Tridarma Perguruan Tinggi dan Organisasi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE- Nabire, Papua Tengah – Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Ekadide (IKAPPMME) se-Kota Studi Nabire menggelar diskusi publik yang membahas ilmu Tridarma Pendidikan Tinggi dan organisasi mahasiswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 13 Maret 2026 di alamat Jl. Yayanti, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Dalam diskusi tersebut, terdapat dua topik utama yang dibahas. Topik pertama mengenai cara belajar menerima ilmu, sedangkan topik kedua membahas bagaimana menjadi orang estetik (aesthetic).

Noak Dogopia, mahasiswa yang juga anggota aktif Ikatan Pelajar IKAPPMME Ekadide, menjelaskan bahwa penting bagi mahasiswa untuk menemukan gaya khas yang mencerminkan kepribadian masing-masing, namun tetap menyesuaikan dengan tren tanpa kehilangan jati diri.

BACA JUGA:  Cegah Gangguan Kamtibmas, Patroli Perintis Presisi Polres Bangkep Sasar Bank dan Pasar di Salakan

“Temukan gaya khas yang mencerminkan kepribadianmu dan sesuaikan dengan tren tanpa kehilangan jati diri. Jaga kebersihan kulit, rambut, dan kuku, serta gunakan parfum yang sesuai dengan kepribadian untuk menciptakan aura menarik,” jelas Dogopia.

Ia juga menambahkan bahwa dalam proses menuntut ilmu, mahasiswa harus membuang rasa sombong dan tidak merasa sudah mengetahui segalanya. Menurutnya, kesombongan menjadi penghalang masuknya ilmu.

“Membuang rasa sombong dan merasa sudah tahu. Kesombongan adalah penghalang masuknya ilmu. Meluruskan niat menuntut ilmu semata-mata karena Allah, bukan untuk mengejar jabatan atau keduniawian,” imbuhnya.

Dalam kesimpulan materi kedua, Noak menegaskan pentingnya mencatat ilmu yang diperoleh untuk memperkuat hafalan serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu yang diamalkan akan membawa berkah.

BACA JUGA:  Polisi Bongkar Sindikat Curanmor di Dataran Toili Banggai, Amankan 6 Motor Hasil Curian

“Syalom IKAPPMME Kota Studi Nabire, tetap optimis dan tetap pada posisi sesuai mekanisme yang berlaku di organisasi mahasiswa asal dua distrik, yakni Topiyai dan Ekadide, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah,” pungkas Dogopia.

Sementara itu, diskusi kedua dibukakan langsung oleh pemantik kedua, Demos Degei selaku mantan demisioner IKAPPMME Ekadide periode 2023–2025. Ia memberikan konteks diskusi pada topik pertama mengenai bagaimana menjadi orang estetik atau aesthetic.

Menurut Degei, konsep estetik dapat diwujudkan melalui kombinasi gaya berpakaian yang rapi dan pas di tubuh dengan penggunaan warna yang tidak lebih dari tiga warna, perawatan diri, serta kepercayaan diri yang terpancar dari senyuman.

BACA JUGA:  Futsal Ramadhan Cup II Smanda Luwuk Resmi Berakhir, Alumni 2013 Keluar sebagai Juara

“Dalam pemaparan materi atau topik tersebut melibatkan kombinasi antara gaya berpakaian yang rapi dan pas di tubuh, kurang dari tiga warna, perawatan diri, kepercayaan diri yang terpancar dari senyuman, serta konsistensi dalam menciptakan konten visual yang menarik,” ungkapnya.

Ia menyimpulkan bahwa kunci utama untuk tampil estetik adalah menemukan gaya pribadi yang nyaman, menjaga kebersihan diri, serta menciptakan nuansa tone warna yang konsisten baik pada tampilan fisik maupun media sosial.

“Kuncinya adalah menemukan personal style yang nyaman, menjaga kebersihan, dan menciptakan nuansa konsisten tone warna pada tampilan fisik maupun media sosial,” tutup Degei.

Penulis: Jeri P. Degei