BANGGAI KECE- LAMALA, BANGGAI – PKM Bonebobakal menggelar kegiatan pemberdayaan kader kesehatan dengan fokus deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di BPU Desa Lomba, Kecamatan Lamala, pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 13.00–15.10 WITA.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ns. Freli, S.Kep sebagai pembicara dan dihadiri Kepala Puskesmas Bonebobakal, Bdn. Irmawati, S.Tr.Keb, Ibu Monalisa, S.KM, Ners Rosma, serta Ibu Mujuria Laeda dari PKM Bonebobakal. Puluhan kader dari 12 desa, yakni Labotan, Tinonda, Baruga, Kota Raya, Bahari Makmur, Kota Baru, Nipa, Sirom, Kagitakan, Poroan, Lomba, dan Bonebobakal turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam paparannya, Ns. Freli menekankan pentingnya peran kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam mengenali faktor risiko PTM secara menyeluruh, baik dari faktor perilaku maupun biologis.
Faktor perilaku meliputi kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak, konsumsi alkohol, serta kurangnya konsumsi buah dan sayur. Sementara faktor biologis meliputi tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kolesterol tinggi, kegemukan atau obesitas, serta lingkar perut berlebih.

Selain itu, para kader juga dilatih melakukan skrining sederhana, seperti mengukur berat badan dan tekanan darah, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit tidak menular.
Dalam kesempatan tersebut, Ns. Freli juga memperkenalkan pesan kunci CERDIK sebagai langkah pencegahan PTM, yakni Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat kalori seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.
Ibu Monalisa, S.KM turut menyampaikan materi terkait Posyandu ILP, sementara Ners Rosma berbagi informasi mengenai penyakit menular yang melengkapi wawasan para kader kesehatan.
Kepala Puskesmas Bonebobakal menyambut antusiasme para kader dan berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat segera diterapkan di masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mendalam mengenai berbagai tantangan dan solusi yang dihadapi kader di lapangan. Melalui kegiatan ini diharapkan jaringan deteksi dini PTM di wilayah Kecamatan Lamala semakin kuat, sehingga mampu melindungi masyarakat dari risiko penyakit kronis. (*)






