BeritaNews

Polsek Buko Kawal Musyawarah Penetapan APBDes 2026 Desa Paisubatu

67
×

Polsek Buko Kawal Musyawarah Penetapan APBDes 2026 Desa Paisubatu

Sebarkan artikel ini

Banggai Kece – Polsek Buko menunjukkan komitmennya dalam mengawal transparansi pengelolaan anggaran desa dengan menghadiri musyawarah pembahasan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 Desa Paisubatu. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Paisubatu, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan ini digelar pada Rabu (04/02/2026) mulai pukul 09.00 WITA.

Hadir dalam agenda penting tersebut Kapolsek Buko IPTU Nandang M Sidik didampingi jajaran personel, Sekcam Buko Aprilia Mombilia, S.Sos., Kepala Desa Paisubatu Juniarto Djuman, serta perwakilan BPD dan tokoh masyarakat. Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan pos anggaran desa agar tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Kapolsek Buko IPTU Nandang M Sidik menegaskan bahwa Polri berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh program pembangunan terlaksana dengan baik tanpa adanya penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat, sehingga manfaat dana desa benar-benar dirasakan secara merata.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Polsek Lobangkurung Sambangi Warga Desa Lantibung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kamtibmas
BACA JUGA:  Polisi Amankan Constatering Eksekusi Tanah di Slametharjo Moilong oleh PN Luwuk

Lebih lanjut, IPTU Nandang secara khusus meminta dukungan Pemerintah Desa Paisubatu untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Beliau mendorong penyediaan lahan seluas satu hektar di desa tersebut untuk budidaya jagung. “Program ini adalah prioritas pemerintah, dan kami berharap desa dapat menyiapkan lahan produktif guna memperkuat kemandirian pangan lokal,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bangkep dan BI Sulteng Gelar Pelatihan Literasi Keuangan bagi Pelaku Ekraf dan Pokdarwis

Berdasarkan hasil kesepakatan, APBDes 2026 Desa Paisubatu akan memprioritaskan beberapa sektor kunci, di antaranya penyaluran BLT bagi 15 KK, kelanjutan pembangunan Balai Rakyat, serta alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp170.000.000. Sektor ketahanan pangan khususnya tanaman jagung juga resmi mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp7.000.000 sebagai langkah awal penguatan sektor pertanian. (*)