BeritaNews

5 Bulan Gaji Tak Dibayar, Karyawan PCNI Boikot Lahan Penumpukan Pelabuhan Tangkiang

126
×

5 Bulan Gaji Tak Dibayar, Karyawan PCNI Boikot Lahan Penumpukan Pelabuhan Tangkiang

Sebarkan artikel ini

‎BANGGAI KECE – Karyawan BUP PT PCNI lakukan aksi demo dengan memboikot aktivitas di lahan penumpukan Pelabuhan Tangkiang, Selasa pagi (3/2/2026) mulai pukul 08.00 wita. 

‎Pemboikotan aktivitas di lahan penumpukan pelabuhan Tangkiang itu dilakukan karyawan BUP PT PCNI diduga akibat gaji mereka yang belum dibayarkan selama 5 bulan terakhir. 

‎Akibat aksi demo ini, sejumlah aktivitas bongkar muat maupun trucking di areal lahan penumpukan pelabuhan Tangkiang terhenti sementara hingga saat ini. 

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN-MB Unismuh Luwuk Tuntaskan Observasi dan Seminar Program Kerja di Tingkat Desa

‎Sejumlah perusahaan JPT mengeluhkan aksi ini karena menghambat arus kelancaran barang, karena armada mereka tak diperbolehkan masuk areal pelabuhan. 

‎”Ini ada demo PCNI di lahan penumpukan pelabuhan tangkian, jadi mobil mobil kami dari pagi tidak bisa masuk memuat.  Ada barang- barang urgent keluar kota yang harus segera berangkat, ” terang Yusak, salah satu manager JPT, dilansir dari media online Radar Sultim.

BACA JUGA:  Dukcapil Banggai Kepulauan Musnahkan KTP-el/KIA Rusak dan Arsip Inaktif

‎Aksi demo karyawan BUP PT PCNI yang hentikan aktifitas kelancaran arus bongkar muat maupun trucking di areal lahan penumpukan Pelabuhan Tangkiang, coba dikonfirmasi ke KIPP Luwuk, Hasfar. Sayangnya hingga berita ini diturunkan belum direspon. 

‎Begitu pula dengan kepala cabang BUP PT PCNI, Dea, yang sudah coba dihubungi. 

‎Sementara itu, ketua DPC ALFI ILFA Banggai Rudi Harun Suleman menyangkan adanya aksi demo di areal lahan penumpukan di pelabuhan Tangkiang ini. 

BACA JUGA:  Safari Dakwah Ulama Saudi Arabia Isi Taklim Bikers Subuhan Luwuk

‎”Ini seharusnya menjadi persoalan internal perusahaan. Masalah kecil.  Tapi tidak dapat diselesaikan dan berimbas pada kelancaran arus barang. Sangat disayangkan, ” pungkas Rudi, yang mengaku akan segera cari solusi agar kelancaran arus barang bisa kembali normal. 

‎Hingga berita ini diturunkan, aksi demo di areal lahan penumpukan pelabuhan Tangkiang yang disewa BUP PT PCNI masih terus berlanjut dan seluruh aktifitas arus barang masih terhenti. (*)