BANGGAI KECE – Insiden kecelakaan kapal KM. Sumber Raya 03 terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, di Pelabuhan Luwuk.
Kapal yang mengangkut 13 penumpang dan 11 awak kapal itu mengalami kecelakaan setelah mengalami masalah pada bagian buritan yang tenggelam akibat ketidakstabilan selama kegiatan bongkar muat.
Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Bobong pada pukul 04.00 WITA, tiba di Pelabuhan Luwuk sekitar pukul 16.00 WITA.
Setibanya di dermaga, kapal yang membawa muatan kopra, box ikan, dan arang 38 ton ini langsung dilaksanakan pembongkaran. Namun, saat proses tersebut, kapal mengalami kendala, hingga bagian buritan tenggelam pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 06.30 WITA.
Kondisi semakin memburuk karena air masuk ke ruang mesin dan pompa kapal tidak dapat mengeluarkan air dengan efektif, menyebabkan kapal dalam posisi tenggelam. Meski demikian, seluruh awak kapal dan penumpang dinyatakan selamat, berkat upaya evakuasi yang dilakukan sebelum kejadian fatal.
Kepala KUPP Kelas II Luwuk, Hasfar M., SE., MM., mengimbau agar semua pihak yang terlibat dalam kegiatan bongkar muat di pelabuhan selalu memperhatikan stabilitas kapal.
“Kami mengingatkan agar distribusi muatan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kecelakaan serupa di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, instansi terkait seperti BASARNAS, POSAL Luwuk, dan KPP turut serta dalam penanganan insiden ini untuk memastikan tidak ada dampak lebih lanjut pada keselamatan pelayaran di wilayah tersebut.
Kronologis Kejadian:
Kapal KM. Sumber Raya 03 berangkat dari Pelabuhan Bobong pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 04.00 WITA, dengan awak kapal 11 orang dan penumpang 13 orang. Kapal membawa muatan kopra, box ikan, dan arang sebanyak 38 ton.
Kapal tiba di Pelabuhan Luwuk pada pukul 16.00 WITA dan langsung disandarkan di dermaga Pelabuhan Rakyat bagian utara dengan posisi koordinat 0°56.919’S, 122°47.750’E.
Pembongkaran muatan dilakukan mulai pukul 16.00 LT, dengan muatan berupa 300 karung arang dan 2 box ikan. Pembongkaran berlangsung hingga pukul 18.00 LT, lalu dilanjutkan istirahat untuk melanjutkan proses pembongkaran kopra 1800 karung pada pagi harinya.
Pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 06.30 LT, kondisi air surut dan haluan kapal kandas. Bagian buritan kapal tenggelam dan air mulai masuk ke dalam ruang mesin.
Awak kapal melakukan antisipasi dengan memompa air keluar dari kamar mesin dan mengeluarkan sebagian muatan kopra ke dermaga. Namun, debit air yang masuk lebih banyak menyebabkan pompa tidak dapat mengeluarkan air secara maksimal.
Akibatnya, buritan kapal terus tenggelam. Saat ini, kapal masih dalam posisi tenggelam di bagian buritan dan proses evakuasi muatan dari dalam kapal sedang berlangsung. (*)





