BeritaNewsUmum

Bupati Balut Buka Workshop Pembelajaran Mendalam dan Manajemen Pendidikan serta Peran PKBM Tuntaskan Wajib Belajar 13 Tahun

173
×

Bupati Balut Buka Workshop Pembelajaran Mendalam dan Manajemen Pendidikan serta Peran PKBM Tuntaskan Wajib Belajar 13 Tahun

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Bupati Banggai Laut (Balut), Sofyan Kaepa, secara resmi membuka kegiatan workshop pembelajaran mendalam dan manajemen pendidikan kesetaraan serta peran PKBM dalam menuntaskan wajib belajar 13 tahun. 

.Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Labotan Sosodek ini mengangkat tema “Pembelajaran Mendalam dan Manajemen Pendidikan Kesetaraan serta Peran PKBM dalam Menuntaskan Wajib Belajar 13 Tahun.”

Workshop yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (30–31/1/2026) tersebut dihadiri Pj. Sekda Balut Saiful U. Usuria serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Daerah Balut. 

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk peningkatan kompetensi dan penguatan tata kelola manajemen pendidik, pendidikan kesetaraan, serta sinergi implementasi wajib belajar 13 tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Kaepa menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap warga negara memperoleh hak pendidikan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  905 Runner Ramaikan FEB Fun Run 2026

“Penerapan wajib belajar 13 tahun termasuk pendidikan anak usia dini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” tegas Bupati Sofyan Kaepa.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

Bupati juga berharap para pengelola dan pendidik dapat terus memperkuat kapasitas dalam menerapkan pembelajaran mendalam yang berpusat pada peserta didik.

“Untuk itu saya mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, satuan pendidikan, PKBM, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk terus bersinergi dan berinovasi demi mewujudkan pendidikan yang nyata,” tutup Sofyan Kaepa. Asw