NewsOpini

Peran Industri dalam Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat dan Alih Fungsi Lahan

206
×

Peran Industri dalam Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat dan Alih Fungsi Lahan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Wahyudi Hasan, SP.,MP (Dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai)

Industri memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan wilayah, terutama dalam hal perkembangan struktur ekonomi dan sosial masyarakat. 

Penelitian mengenai perkembangan industri menunjukkan adanya hubungan erat antara pertumbuhan industri dengan perubahan struktur ekonomi serta pola sosial masyarakat. 

Perubahan ini pada gilirannya mempengaruhi pemanfaatan lahan, yang merupakan manifestasi dari suatu struktur wilayah atau kota.

Keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, menggambarkan kondisi sosial suatu bangsa. Perubahan perilaku dalam keluarga mencerminkan adanya perubahan dalam masyarakat tersebut. 

BACA JUGA:  905 Runner Ramaikan FEB Fun Run 2026

Dalam pandangan teori Marx, perubahan struktur keluarga di Inggris sangat dipengaruhi oleh kemunculan industri pabrik. Mesin-mesin yang menggantikan pekerjaan manusia menjadi salah satu penyebab utama hilangnya fungsi keluarga. 

Seiring dengan semakin berkembangnya masyarakat industri, perubahan-perubahan ini semakin terlihat jelas, termasuk hilangnya peran keluarga dalam tatanan sosial.

Seiring dengan perkembangan masyarakat industri, terjadi alih fungsi lahan yang cukup signifikan, yang turut berkontribusi pada hilangnya fungsi keluarga. Pembangunan kawasan industri, terutama industri migas, menggambarkan dampak perubahan yang ditimbulkan, sebagaimana yang dikemukakan oleh Malo Manase (1991).

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan proyek industri migas, seperti LNG, telah mengubah kehidupan masyarakat tani. Proyek tersebut tidak hanya berdampak pada perubahan sosial ekonomi masyarakat tani, tetapi juga meningkatkan hubungan sosial antara masyarakat yang sebelumnya lebih terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa masuknya industri telah memicu terjadinya mobilitas sosial di pedesaan.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Pendapat ini sejalan dengan Agusta (2000), yang menyatakan bahwa industrialisasi menandakan kemunculan masyarakat modern. Perkembangan ini ditandai dengan struktur sosial yang semakin kompleks, di mana industri turut mempengaruhi dinamika masyarakat di sekitar tempatnya berada. 

Teori migrasi Todaro (1998) juga mengemukakan bahwa faktor ekonomi menjadi pendorong utama bagi keputusan migrasi, yang semakin banyak terjadi akibat perkembangan industri. (*)