BANGGAI KECE – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa, SE., M.Si., resmi membuka Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XXXIX, Sabtu pagi, 24 Januari 2026.
Kegiatan pembekalan yang akan berlangsung selama dua hari di pelataran kampus hijau Unismuh Luwuk ini diikuti oleh 230 mahasiswa.
Hadir dalam pembukaan Pembekalan KKN-MB Angkatan XXXIX tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mujiono, SH., MH., mewakili Bupati.
Dari internal kampus, turut hadir Wakil Rektor II Nirwan Moh Nur, SH., MH., Wakil Rektor IV Suma K. Saleh, Ketua LP3M Risno Mina, SH., MH., Sekretaris BPH Dr. Sahraen Sibay, para dekan, serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dalam laporannya, Ketua Panitia KKN-MB Angkatan XXXIX Unismuh Luwuk, Darni Lamusu, SP., M.P., menyampaikan bahwa mahasiswa yang terdaftar dan memenuhi syarat administrasi berjumlah 234 peserta.
Ratusan mahasiswa tersebut terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 33 mahasiswa, Fakultas Agama Islam 15 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 55 mahasiswa, Fakultas Hukum 6 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan 47 mahasiswa, Fakultas Teknik 60 mahasiswa, serta Fakultas Pertanian dan Perikanan sebanyak 19 mahasiswa.
“Mahasiswa ini nantinya akan ditempatkan pada tiga posko kota dan 20 posko di Kecamatan Pagimana,” ujar Darni, yang juga dosen pertanian.
Ia merinci, 20 posko di Kecamatan Pagimana tersebut terdiri dari tiga kelurahan dan 17 desa. Kemudian untuk materi, ada dua materi, yakni pertama materi pembekalan yang sekarang kita jalani, yang berlangsung dari tanggal 24–25. Selanjutnya ada materi mitra, ini nantinya masing-masing posko mengutus tiga orang.

Adapun narasumber mitra yang akan dihadirkan untuk membekali mahasiswa peserta KKN-MB di antaranya berasal dari BPOM Banggai.
“Untuk pemberangkatan mahasiswa peserta KKN-MB ke lokasi, dijadwalkan pada tanggal 27 Januari 2026 dan akan diterima di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Basabungan,” tuturnya.
Atas nama panitia, Darni menyampaikan terima kasih kepada semua pihak karena berkat kerja sama, kegiatan pembukaan pembekalan dapat terselenggara dengan baik.
Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa, SE., MM., menyampaikan bahwa kegiatan KKN merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus diikuti semua mahasiswa untuk menyelesaikan studi.
“Satu tahapan lagi telah dilalui saudara-saudari untuk menuju sarjana. Karena saudara-saudari ini sudah mengenyam teori di kampus, disiplin ilmu masing-masing, laboratorium sosial saudara-saudari nanti untuk bisa berinteraksi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa di PTMA terdapat empat pilar utama, yakni pendidikan dan pengajaran, riset, pengabdian, dan Al Islam Kemuhammadiyahan. KKN merupakan bagian dari pengabdian masyarakat, namun harus terintegrasi dengan keempat kriteria tersebut.
“Karena yang teman-teman temui di sana, semua komponen itu ada. Kalau pendidikan tentunya, teman-teman bisa berbagi ilmu di tengah masyarakat. Oleh karena itu, prodi yang kalian ikuti dan pelajari harus diimplementasikan.Sosial ekonomi, biologi, pertanian, yang ada di tengah masyarakat,” katanya.
Olehnya kata Rektor, ilmu yang telah dipelajari di kampus selama beberapa tahun ini dapat diimplementasikan di tengah masyarakat, sehingga prodi yang ditekuni bisa terkoneksi dengan realitas.
Ia juga menekankan pentingnya riset yang realistis dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Ditekankan, riset yangdilakukan harus yang realistis dan sesuai dengan kondisi di sana, bukan sekadar saja.
Misalnya riset ekonomi, tingkat pengangguran berapa, itu diriset supaya pemerintah desa bisa mendorong masyarakatnya.
“Bukan riset seperti skripsi atau disertasi, tetapi riset yang bisa digunakan oleh perangkat yang ada di kecamatan dan desa, sehingga ini yang dikatakan Pak Menteri, perguruan tinggi berdampak dan berkelanjutan,” tuturnya.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi menjadi menara gading, tetapi menara air yang benar-benar memberi manfaat di tengah masyarakat.
“KKN ini adalah pengabdian masyarakat, bagaimana saudara-saudari bisa berinteraksi sesuai prodi dan mengabdi sesuai ilmu yang dimiliki,” tandasnya.
Usai pembukaan pembekalan, mahasiswa mendapatkan materi pertama dari Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mujiono, SH., MH., mewakili Bupati Banggai. (*)





