BeritaNews

Bertemu di Konferensi Pemuda Mendunia, Pemuda Indonesia–Malaysia Gagas Akses Alternatif Transaksi Rupiah–Ringgit

446
×

Bertemu di Konferensi Pemuda Mendunia, Pemuda Indonesia–Malaysia Gagas Akses Alternatif Transaksi Rupiah–Ringgit

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE- KUALA LUMPUR – Inisiatif kolaborasi lintas negara kembali digagas oleh generasi muda. Pemuda asal Sulawesi Tengah yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Wahyu Aditia Saputra, bersama Amir Izzwan bin Abu Hasan, pemuda Malaysia yang berprofesi sebagai pegawai Bank AMBANK, menggagas rencana alternatif akses transaksi pertukaran mata uang Rupiah–Ringgit Malaysia (IDR–RM).

Gagasan tersebut mencuat setelah pertemuan keduanya dalam forum Konferensi Pemuda Mendunia yang digelar pada Senin, 23 Januari 2026. Forum internasional ini mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan serta membahas solusi atas tantangan global, termasuk isu ekonomi dan akses keuangan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Wahyu Aditia Saputra dan Amir Izzwan mulai menjajaki rencana awal pembentukan broker alternatif yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam melakukan transaksi lintas negara. Meski demikian, inisiatif tersebut masih bersifat wacana dan berada pada tahap diskusi serta kajian awal, serta belum bersifat resmi.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

Wahyu Aditia Saputra menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari kebutuhan riil masyarakat, khususnya pekerja migran, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta warga yang kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pertukaran mata uang yang mudah, aman, dan terjangkau.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

“Ini masih sebatas rencana dan wacana awal. Kami melihat perlunya langkah alternatif dan strategis yang ke depan dapat diakses oleh masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tanggung jawab,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Amir Izzwan bin Abu Hasan menilai Konferensi Pemuda Mendunia sebagai ruang dialog yang produktif dalam membangun kolaborasi lintas negara, khususnya dalam menghadirkan gagasan ekonomi yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Amir, rencana kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada pertukaran mata uang IDR–RM, tetapi juga diarahkan sebagai upaya awal membangun ekosistem ekonomi alternatif, yang menekankan penguatan literasi keuangan, transparansi transaksi, serta kemudahan akses bagi masyarakat luas.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

Meski masih berada pada tahap perencanaan, inisiatif ini dinilai sebagai langkah awal yang strategis dan mencerminkan peran aktif pemuda Indonesia dalam membaca peluang ekonomi regional. Ke depan, gagasan ini juga membuka peluang perencanaan pembentukan broker lokal, yang diharapkan dapat dikaji secara mendalam dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Para penggagas menegaskan, seluruh rencana tersebut nantinya harus sejalan dengan regulasi yang berlaku di masing-masing negara agar benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia. (*)