BeritaNews

Banjir Rob Terjang Permukiman Warga Bulagi Utara, 65 Rumah Terdampak

366
×

Banjir Rob Terjang Permukiman Warga Bulagi Utara, 65 Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE – Angin kencang yang melanda sebagian wilayah pesisir Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Kamis (22/1/2026), menjadi petaka bagi warga yang bermukim di Kecamatan Bulagi Utara.

Akibat fenomena alam tersebut, Kelurahan Sabang, Kecamatan Bulagi Utara, diterjang banjir rob dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Angin kencang mulai bertiup sejak pukul 16.00 Wita dan kembali disertai terjangan ombak pada Kamis malam.

Selain merendam permukiman warga, banjir rob juga menggenangi Jalan Trans Peling sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.

Warga Kelurahan Sabang, Hari Purnama, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa wilayah pesisir seperti Kelurahan Sabang membutuhkan material pemecah ombak untuk merekayasa atau mengurangi energi gelombang.

BACA JUGA:  Polsek Buko Gelar Jumat Bersih Bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan di Desa Tataba

“Daerah pesisir seperti di Kelurahan Sabang butuh material pemecah ombak untuk merekayasa atau mengurangi energi gelombang,” ujarnya.

Material yang dimaksud berupa blok beton berbentuk kubus yang biasanya ditempatkan di depan tanggul pantai untuk memecah ombak.

Kelurahan Sabang sendiri berjarak sekitar 85 kilometer dari Salakan, ibu kota Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam perjalanan. Wilayah ini juga tidak jauh dari Desa Luk Panenteng yang dikenal sebagai destinasi wisata Danau Paisu Pok dan Pantai Poganda.

BACA JUGA:  Kacabjari Pagimana Tetapkan 2 Tersangka Korupsi APBDes Desa Siuna, Kerugian Negara Rp947 Juta

“Gelombang pasang dan angin kencang juga menerjang Desa Ombuli, Bulagi Utara,” tambah Hari.

Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan, tercatat sekitar 65 kepala keluarga (KK), 190 jiwa, dan 65 rumah terdampak secara langsung. Untuk penanganan dini pascabanjir, BPBD Banggai Kepulauan telah merilis laporan terkait penyaluran bantuan logistik berupa sandang, pangan, dan papan.

Sementara itu, kondisi terkini di lokasi kejadian menunjukkan air rob masih menggenangi sebagian rumah dan halaman warga. Aparat dan masyarakat setempat masih menunggu air surut untuk melakukan evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bangkep Intensifkan Edukasi Keselamatan Lewat Polisi Sahabat Anak dan Police Goes to School

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Banggai Kepulauan dari Fraksi PDI Perjuangan, Erik Lauw, Jumat (23/1/2026), saat dimintai tanggapannya menyatakan bahwa untuk mengantisipasi bencana yang kerap terjadi setiap tahun tersebut, perlu disiapkan material rekayasa pemecah ombak.

“Yang harus dilakukan untuk mencegah bencana serupa adalah pembangunan tanggul pantai yang lebih kokoh, pembuatan sistem drainase yang baik, penanaman bakau atau mangrove sebagai penahan ombak alami, serta memastikan peralatan peringatan dini dari BMKG berfungsi dengan baik,” tandasnya. (*)